Politik

Prabowo Bongkar Ancaman bagi Indonesia: Timah, Emas hingga BBM Disorot, Ada Apa?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia sedang menghadapi situasi yang menuntut negara untuk bertahan atau *survive* di tengah berbagai tantangan ekonomi dan kebocoran sumber daya nasional.

Prabowo Bongkar Ancaman bagi Indonesia: Timah, Emas hingga BBM Disorot, Ada Apa?
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Kabinet Merah Putih yang telah menjalankan pemerintahan selama dua tahun. Foto: Anisha Aprilia

fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia sedang menghadapi situasi yang menuntut negara untuk bertahan atau *survive* di tengah berbagai tantangan ekonomi dan kebocoran sumber daya nasional. Ia meminta pemerintah memprioritaskan kepentingan bangsa dan rakyat serta mengambil langkah tegas untuk menghentikan praktik yang menyebabkan kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri.

Prabowo menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026. Menurutnya, persoalan yang mengancam kekayaan nasional telah menjadi perhatian sejak dirinya dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober 2024.

Kepala Negara menilai, Indonesia tidak bisa terus menghadapi persoalan tersebut dengan pendekatan yang terlalu lunak demi menjaga kepentingan pihak lain. Pemerintah, kata dia, harus berani menghadapi kenyataan demi melindungi kekayaan yang menjadi hak bangsa.

"Kita tidak bisa lagi menghadapinya dengan terlalu naif atau berusaha untuk menyenangkan orang lain. Kita dipaksa sekarang untuk memilih menghadapi kesulitan, menghadapi kenyataan, yang intinya adalah menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia," kata Prabowo.

Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh membiarkan praktik yang merugikan negara terus berlangsung. Sistem yang memberikan ruang bagi keluarnya kekayaan nasional secara ilegal, menurut Prabowo, perlu ditinjau agar tidak terus merugikan kepentingan masyarakat.

Prabowo juga menyoroti praktik penyelundupan yang dinilainya telah merugikan bangsa. Ia mempertanyakan bagaimana tindakan tersebut masih bisa terjadi, padahal dampaknya menyentuh kepentingan negara dan rakyat secara langsung.

"Bangsa kita ditipu, rakyat kita ditipu, pemerintah kita ditipu, para ahli hukum, para ahli pidana akan membenarkan. Coba apakah ada pemimpin politik atau ahli hukum yang akan berdiri dan mengatakan bahwa penyelundupan itu bukan pelanggaran?," tanya Prabowo.

Presiden kemudian mengingatkan bahwa penyelundupan bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum. Ia memandang praktik tersebut sebagai ancaman serius bagi perekonomian nasional karena berpotensi menggerus sumber pendapatan dan melemahkan kemampuan negara dalam menjaga kesejahteraan rakyat.

"Penyelundupan adalah ibarat menikam bangsa kita, menikam badan kita. Penyelundupan adalah usaha untuk membunuh ekonomi kita. Membunuh ekonomi kita artinya membunuh bangsa kita," lanjutnya.

Dalam arahannya, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu turut menyinggung sejumlah komoditas yang disebutnya menjadi sasaran penyelundupan. Barang-barang tersebut mencakup narkotika, timah, emas, batu bara, kayu, bahan bakar minyak (BBM), hingga pupuk.

Menurut Prabowo, pemerintah perlu memastikan penegakan hukum berjalan tegas agar berbagai komoditas tersebut tidak terus menjadi sumber kerugian negara. Ia juga mempertanyakan alasan mempertahankan sistem yang dinilai masih memungkinkan penyelundupan berlangsung.

"Bagaimana bisa ada yang mengatakan bahwa sistem yang mengizinkan penyelundupan jalan terus boleh kita pertahankan. Inti yang ingin saya sampaikan dan sudah berkali-kali saya sampaikan adalah kita sekarang berada dalam kondisi harus survival, kita harus bertahan, kita harus menyelamatkan kekayaan kita," jelas Prabowo.

Lebih jauh, Prabowo menggambarkan kekayaan alam Indonesia sebagai unsur vital yang menentukan keberlangsungan kehidupan bangsa. Ia mengingatkan bahwa apabila sumber daya nasional terus mengalami kebocoran, dampaknya dapat mengancam ketahanan negara sekaligus kepentingan masyarakat.

"Kekayaan kita, sumber alam kita, itu adalah ibarat darah kita. Kalau darah kita bocor terus, tidak mungkin badan kita selamat. Kita berada dalam kondisi harus survive dan ini tidak hanya kita, banyak negara di dunia sekarang mengalami seperti kita. Dalam keadaan survival yang utama adalah kepentingan nasional dan kepentingan rakyat," lanjutnya.

Berita Terkait