Internasional . 25/10/2026, 10:31 WIB

Demo Tolak Kenaikan Biaya Hidup Meluas di Prancis, Hampir 1.000 Orang Ditangkap

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Gelombang demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup kembali mengguncang Prancis pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Hampir 1.000 orang dilaporkan ditangkap dalam aksi yang melibatkan lebih dari 400.000 peserta di berbagai wilayah negara tersebut.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan jumlah penangkapan masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring berlanjutnya penanganan aparat terhadap aksi massa.

"Sejauh ini, hampir 1.000 orang telah ditangkap," kata Nunez kepada wartawan.

Ia memperkirakan angka tersebut akan meningkat secara signifikan. Sebagai perbandingan, dalam demonstrasi pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sebanyak 385 orang telah ditahan hingga saat ini.

Situasi di lapangan juga diwarnai tindakan aparat untuk membubarkan massa. Seorang koresponden RIA Novosti melaporkan, polisi Prancis menggunakan gas air mata dan meriam air setelah demonstrasi yang semula berlangsung damai berubah menjadi situasi yang memerlukan penanganan keamanan. Kejadian serupa dilaporkan terjadi di sejumlah kota lainnya.

Aksi protes di Prancis bermula pada pertengahan September 2026. Saat itu, para pelajar sekolah menengah di pinggiran Paris turun ke jalan untuk menuntut perbaikan sistem pendidikan dan kondisi sekolah.

Gelombang demonstrasi kemudian meluas setelah kelompok masyarakat yang terdampak kenaikan harga ikut bergabung. Persoalan biaya hidup menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya jumlah peserta aksi.

Dalam perkembangannya, demonstrasi tidak lagi terbatas di kawasan pinggiran ibu kota, tetapi menyebar ke berbagai wilayah Prancis.

Aksi terbesar sebelumnya berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kementerian Dalam Negeri Prancis memperkirakan sekitar 550.000 orang mengikuti demonstrasi nasional tersebut.

Besarnya jumlah massa membuat aparat keamanan mengerahkan berbagai perlengkapan pengendalian kerumunan. Menurut laporan koresponden RIA Novosti, polisi menggunakan gas air mata, granat kejut, dan meriam air untuk menghadapi para demonstran.

Jumlah penangkapan dalam demonstrasi terbaru menunjukkan bahwa ketegangan antara massa dan aparat keamanan masih berlangsung di sejumlah lokasi.

Pemerintah Prancis belum memberikan angka akhir mengenai jumlah orang yang ditahan dalam aksi Sabtu tersebut. Namun, pernyataan Nunez mengindikasikan bahwa proses pendataan dan penanganan demonstran masih berjalan.

Di tengah meluasnya aksi protes, tuntutan terkait biaya hidup dan perbaikan layanan publik terus menjadi perhatian masyarakat. Situasi ini membuat gelombang demonstrasi di Prancis masih menjadi sorotan, terutama terkait respons pemerintah terhadap keluhan warga dan langkah aparat dalam menjaga keamanan. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com