Internasional . 25/10/2026, 06:26 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran mengklaim melancarkan serangan terhadap sejumlah bandara dan fasilitas minyak di Arab Saudi pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Di tengah meningkatnya bentrokan, koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyatakan telah menghancurkan dua rudal balistik yang ditembakkan kelompok tersebut.
Dalam laporan Reuters, pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi juga menyebut Houthi meluncurkan tiga rudal balistik ke fasilitas penjaga pantai di Aden, kota pelabuhan di wilayah selatan Yaman.
Otoritas Arab Saudi belum mengonfirmasi secara langsung klaim serangan terhadap fasilitas minyak dan bandara tersebut. Hingga laporan Reuters diterbitkan, belum dapat dipastikan apakah rudal yang diluncurkan Houthi berhasil mencapai sasaran atau berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompoknya menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, fasilitas Aramco di Yanbu, kilang minyak Rabigh, stasiun pemompaan minyak mentah, serta jalur pipa minyak Timur-Barat atau East-West Pipeline.
Saree juga menyebut Bandara Internasional King Fahd di Dammam, sebuah bandara di Najran, dan pangkalan udara di Khamis Mushait sebagai sasaran serangan.
Sementara itu, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah menghancurkan dua rudal balistik yang ditembakkan ke arah Yanbu dan Taif.
Pertahanan Sipil Arab Saudi melaporkan puing-puing rudal yang berhasil dicegat jatuh di sejumlah wilayah, termasuk Mekkah, Madinah, Jeddah, Taif, dan Rabigh.
Puing-puing tersebut ditemukan di Wadi al-Mughammas, wilayah Mekkah. Namun, belum diketahui apakah temuan di Rabigh berkaitan dengan klaim serangan terhadap kilang minyak di kawasan tersebut.
Houthi membantah telah menargetkan Mekkah dan Madinah. Kelompok itu menyatakan operasi militernya hanya menyasar fasilitas minyak dan pangkalan militer Arab Saudi.
Ketegangan juga meningkat di Yaman selatan. Kementerian Dalam Negeri dari pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyatakan dua rudal Houthi menghantam markas besar penjaga pantai, sedangkan rudal ketiga mengenai bangunan penjaga pantai lainnya di Distrik Tawahi, Aden.
Yahya Saree mengatakan pasukan Houthi menargetkan kelompok militer yang didukung Arab Saudi di lokasi yang disebut Kamp Al-Nasr serta sebuah pangkalan angkatan laut di Aden.
Ia mengklaim sejumlah perwira Arab Saudi berada di lokasi untuk mengawasi mobilisasi pasukan. Namun, koalisi pimpinan Arab Saudi belum memberikan tanggapan langsung terhadap pernyataan tersebut.
Sebelumnya, Pertahanan Sipil Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan kepada masyarakat mengenai potensi bahaya di Taif dan Yanbu, serta di Mekkah dan Jeddah.
Sekitar 10 menit kemudian, otoritas tersebut menyatakan ancaman telah berlalu.
Serangan terbaru ini terjadi ketika konflik antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi kembali meningkat. Situasi tersebut juga mengancam gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022, yang sebelumnya berhasil meredam sebagian besar serangan lintas batas.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media