Internasional

Penembakan Bermotif Islamofobia di Prancis, 1 Orang Tewas dan 4 Terluka

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menyebut serangan itu sebagai dugaan tindak terorisme. Ia mengatakan aksi penembakan berlangsung selama sekitar 15 menit.

Penembakan Bermotif Islamofobia di Prancis, 1 Orang Tewas dan 4 Terluka
Ilustrasi penembakan

fin.co.id -   Penembakan yang diduga bermotif Islamofobia dan rasisme terjadi di kawasan pinggiran Paris, Prancis, pada Jumat, 23 Oktober 2026. Insiden tersebut menewaskan satu orang dan menyebabkan empat lainnya terluka, termasuk seorang anak perempuan berusia 12 tahun.

Penembakan berlangsung di tiga lokasi berbeda di Trappes dan La Verrière, sekitar 20 kilometer sebelah barat Paris, dekat Versailles. Pelaku diduga melepaskan tembakan dari dalam kendaraan saat melintasi sejumlah titik di kawasan tersebut.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menyebut serangan itu sebagai dugaan tindak terorisme. Ia mengatakan aksi penembakan berlangsung selama sekitar 15 menit.

"jelas merupakan kejahatan teroris," kata Nunez, sebagaimana dikutip dalam laporan mengenai insiden tersebut dilansir dari dw.com.

Menurut Nunez, senjata yang digunakan pelaku tampak seperti senjata standar militer atau senjata otomatis. Tiga dari empat korban luka dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Presiden Prancis Emmanuel Macron turut menanggapi serangan tersebut. Ia menilai peristiwa itu sebagai titik balik bagi Prancis dan menyebut serangan tersebut memiliki motif rasis.

"Apa yang terjadi hari ini adalah serangan teroris yang bermotif rasis," ujarnya kepada wartawan.

Macron menambahkan, para korban diduga menjadi sasaran karena agama dan warna kulit mereka.

Wali Kota Sebut Ada Dugaan Motif Islamofobia

Wali Kota Trappes Ali Rabeh menduga serangan tersebut berkaitan dengan kebencian terhadap kelompok tertentu berdasarkan agama dan ras.

Dalam pernyataannya kepada media, Rabeh menyebut penembakan itu memiliki nuansa rasis dan kemungkinan besar bermotif Islamofobia.

"Ini mungkin merupakan salah satu upaya pembunuhan massal pertama yang dimotivasi oleh Islamofobia dan rasisme," ujarnya.

Melalui media sosial, Rabeh menjelaskan bahwa seseorang melepaskan tembakan dari kendaraannya ke arah warga yang berada di sepanjang rute yang dilalui.

Kepada stasiun televisi BFM TV, ia mengungkapkan bahwa salah satu lokasi penembakan merupakan taman bermain.

"Merupakan suatu keajaiban bahwa tidak ada lebih banyak korban," ujarnya.

Berita Terkait