Penembakan Bermotif Islamofobia di Prancis, 1 Orang Tewas dan 4 Terluka
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menyebut serangan itu sebagai dugaan tindak terorisme. Ia mengatakan aksi penembakan berlangsung selama sekitar 15 menit.
Rabeh menyebut korban tewas berasal dari Afrika. Sementara itu, salah satu korban yang mengalami luka kritis berasal dari Afrika Utara.
Anak 12 Tahun Alami Luka Serius
Menteri Prancis yang membidangi kesetaraan gender dan antidiskriminasi, Aurore Bergé, mengungkapkan bahwa seorang anak perempuan berusia 12 tahun mengalami luka serius dalam serangan tersebut.
Bergé menegaskan bahwa Prancis tidak boleh memberikan toleransi terhadap tindakan maupun pernyataan rasis jika motif tersebut terbukti menjadi latar belakang penembakan.
"Jika motif rasis terbukti, saya berharap seluruh bangsa akan berdiri bersama penduduk Trappes, La Verrière, dan para korban. Kita tidak boleh menoleransi pernyataan rasis sekecil apa pun di Republik Prancis," tegasnya.
Baca Juga
Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu juga menyebut insiden tersebut sebagai peristiwa yang sangat serius. Ia memastikan aparat keamanan dan otoritas peradilan telah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menangani kasus tersebut.
Kantor Kejaksaan Antiterorisme Nasional Prancis (PNAT) turut memantau perkembangan penyelidikan.
Polisi Tangkap Terduga Pelaku
Tak lama setelah penembakan, aparat menangkap seorang pria di kota tetangga, Coignières. Pria yang diidentifikasi sebagai Kevin T., kelahiran 1987, kemudian ditahan untuk menjalani pemeriksaan.
Pihak berwenang menyebut pria tersebut memiliki catatan kriminal sebelumnya.
Baca Juga
Jaksa antiterorisme Prancis mengungkapkan bahwa petugas menemukan senapan mesin ringan Sten Gun, senjata buatan Inggris pada era Perang Dunia II, serta granat gas air mata di dalam kendaraan yang digunakan tersangka.
Selain itu, aparat menemukan bahwa tersangka diduga memasang jebakan di apartemennya.
Penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap motif pasti penembakan, termasuk dugaan keterkaitan dengan Islamofobia dan rasisme. Meski sejumlah pejabat telah menyampaikan dugaan tersebut, motif serangan masih harus dipastikan melalui proses penyelidikan. *