Megapolitan . 25/10/2026, 23:49 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama dua hari disebut berhasil menekan polusi udara Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, indeks kualitas udara sempat berada di angka 61 pada pagi hari saat Jakarta Running Festival (JRF) berlangsung, sebelum naik menjadi 68 dan mencapai 80 pada siang hari.
Pramono menyampaikan hal tersebut setelah melepas kirap Napak Tilas Merah Muda Fest 2026 yang diselenggarakan DPP PDI Perjuangan di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Minggu, 25 Oktober 2026.
Menurut dia, pelaksanaan OMC ditujukan untuk memperbaiki kualitas udara sekaligus mendukung kelancaran kegiatan lari berskala besar tersebut.
"Tadi pagi saya mengalami sendiri ketika jam 4 membuka flag off untuk full marathon, kita di angka 61, kemudian di angka 68, dan ketika siang 80. Itu menunjukkan bahwa kondisi udara ataupun polusi Jakarta rendah sekali selama dua hari ini berlangsung," ungkapnya.
Pramono mengatakan, dirinya telah menginstruksikan pelaksanaan OMC selama dua hari berturut-turut. Rekayasa cuaca dilakukan dengan memanfaatkan awan hujan, terutama di kawasan perbatasan Jakarta, untuk membantu menurunkan hujan dan menekan polusi.
"Secara jujur saya memerintahkan untuk diadakan OMC selama dua hari. Ketika ada awan, terutama di daerah perbatasan seperti Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, bahkan kemarin malam di daerah Menteng terjadi hujan," kata Pramono usai melepas kirap Napak Tilas Merah Muda Fest 2026 yang diselenggarakan DPP PDI Perjuangan di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Minggu.
Pramono menjelaskan, cuaca dan kualitas udara menjadi tantangan dalam penyelenggaraan acara besar di ruang terbuka. Karena itu, pelaksanaan OMC juga memperhitungkan agenda publik lain yang berlangsung di Jakarta, termasuk konser musisi Kanye West atau Ye di Gelora Bung Karno (GBK) pada 24-25 Oktober 2026.
Ia mengatakan rekayasa cuaca dilakukan secara presisi agar hujan turun di sejumlah wilayah tanpa mengganggu konser tersebut. Pramono mencontohkan, kawasan GBK tidak diguyur hujan, sementara beberapa wilayah lain di Jakarta mengalami hujan.
"Kalau kita mau sebenarnya bisa kita turunkan hujan di GBK, tapi kan mengganggu konser yang ada sehingga di GBK kemarin sama sekali tidak tersentuh hujan. Tapi di beberapa daerah lainnya tersentuh hujan," ujarnya.
Menurut Pramono, pengaturan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga kualitas udara sekaligus memastikan kegiatan masyarakat berjalan lancar. Ia menegaskan, OMC akan terus dilanjutkan selama anggaran tersedia dan kondisi awan mendukung pelaksanaan rekayasa cuaca.
"Kalau selama masih ada awam yang cukup, pasti kita akan turunkan hujan. Karena memang bagaimanapun Pemerintah DKI Jakarta telah mengalokasikan budget untuk melakukan OMC," tegasnya.
Pramono mengapresiasi hasil pelaksanaan OMC yang menurutnya dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk ribuan peserta Jakarta Running Festival. Ia menyebut kualitas udara yang lebih baik membuat peserta dapat mengikuti kegiatan lari dengan nyaman.
"Kami melihat dengan OMC ini polusinya turun, masyarakatnya juga lebih happy. Apalagi tadi pagi kalau teman-teman (media) mengikuti Jakarta Running Festival, semuanya bergembira karena betul-betul udaranya enak sekali," ucap Pramono.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media