Megapolitan . 23/10/2026, 12:29 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membuka kemungkinan memperluas jaringan layanan Transjabodetabek hingga menjangkau Bandung.
Wacana tersebut muncul seiring meningkatnya popularitas kawasan Blok M, Jakarta Selatan, yang kini menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat, terutama kalangan anak muda.
Pramono menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan dalam The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE 2026) di Jakarta, Jumat 23 Oktober 2026. Ia menilai perkembangan Blok M menjadi contoh keberhasilan integrasi transportasi publik dengan aktivitas ekonomi kreatif.
Popularitas kawasan tersebut bahkan memunculkan julukan unik di tengah masyarakat. Blok M kini tidak hanya dikenal sebagai pusat transportasi dan perbelanjaan, tetapi juga menjadi tempat berkumpulnya anak muda dengan beragam pilihan kuliner, pertunjukan musik, serta usaha lokal.
“Saking populernya, masyarakat kerap menjulukinya sebagai 'Negara Blok M'. Bahkan ada kelakar bahwa saat ini rute transportasi publik menghubungkan Blok M ke mana saja: dari Blok M ke Bogor, Blok M ke Bekasi, dan kelak barangkali Blok M ke Bandung. Tenang saja, semuanya terhubung melalui Transjabodetabek,” kata Pramono.
Menurut Pramono, daya tarik Blok M tidak terlepas dari perkembangan berbagai kegiatan kreatif dan bisnis lokal yang semakin ramai. Kawasan tersebut juga memiliki keunggulan dari sisi aksesibilitas karena terhubung langsung dengan jaringan MRT dan Transjakarta.
Integrasi tersebut memudahkan masyarakat menjangkau Blok M menggunakan transportasi umum sekaligus mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
“Ini adalah bukti nyata bagaimana transportasi publik dan aktivitas kreatif dapat saling menguatkan,” ucap Pramono.
Rencana memperluas konektivitas transportasi publik ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan penggunaan angkutan umum. Pramono sebelumnya telah mempertimbangkan pengembangan jaringan Transjabodetabek agar semakin banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.
Hingga September 2026, jumlah penumpang transportasi publik di Jakarta tercatat meningkat 10,8 persen. Pramono menilai pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari peningkatan kualitas layanan transportasi, khususnya Transjabodetabek.
Salah satu contohnya terlihat pada rute Blok M-Bogor. Menurut Pramono, jumlah penumpang pada rute tersebut kini jauh melampaui target awal yang ditetapkan pemerintah daerah.
Jika sebelumnya rute Blok M-Bogor ditargetkan melayani 2.000 penumpang, kini rata-rata jumlah penggunanya telah mendekati 10.000 orang.
Peningkatan tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk terus memperkuat konektivitas transportasi lintas wilayah. Meski demikian, perluasan rute hingga Bandung masih sebatas kemungkinan yang disampaikan Pramono.
Ia berharap kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat terus dipertahankan. Dengan kualitas layanan yang semakin baik dan jaringan yang semakin luas, penggunaan transportasi umum di Jakarta diharapkan terus meningkat. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media