Megapolitan . 27/10/2026, 16:18 WIB

Warga Jakarta Bersatu Tuntut Tiket Masuk Ancol Gratis, DPRD Sebut Terkendala Anggaran

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Puluhan orang yang mengatasnamakan Warga Jakarta Bersatu berdemo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026. Mereka mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggratiskan tiket masuk kawasan wisata Ancol bagi seluruh warga Jakarta.

Massa menilai biaya masuk Ancol masih menjadi beban bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga. Aksi tersebut juga merupakan tindak lanjut dari audiensi yang sebelumnya dilakukan dengan Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota.

Juru Bicara Warga Jakarta Bersatu, Andi, mengatakan dalam pertemuan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta dan pengelola Ancol menyampaikan adanya persoalan peraturan daerah (perda) yang berkaitan dengan akses gratis bagi masyarakat umum.

“Jadi, kemarin kita sudah ke sana, terus mereka kan hasil dari pertemuan kita itu antara pihak Pemda, Pengelolaan Ancol sama kita, mereka bilang ada persoalan perda yang mengatur terkait tidak bisa masuknya masyarakat umum ke Ancol secara gratis,” kata Andi.

Atas dasar itu, pihaknya mendatangi DPRD DKI Jakarta untuk meminta kejelasan mengenai aturan tersebut sekaligus mendorong perubahan regulasi agar seluruh warga dapat menikmati Ancol tanpa membayar tiket masuk.

Andi menyebut DPRD DKI Jakarta telah menerima aspirasi tersebut dan berjanji membahasnya dalam rapat Komisi B. DPRD juga disebut akan mempertemukan pihak-pihak terkait, termasuk pengelola Ancol, gubernur, dan badan usaha milik daerah (BUMD), untuk membicarakan kemungkinan pemberian akses gratis.

Menurut Andi, biaya berwisata ke Ancol cukup besar jika dihitung berdasarkan tarif masuk kendaraan dan jumlah anggota keluarga. Ia mencontohkan, biaya parkir sebesar Rp25.000 ditambah tiket masuk orang sebesar Rp25.000 membuat pengunjung harus menyiapkan sedikitnya Rp50.000 ketika datang menggunakan kendaraan sendiri.

“Bayangkan kalau misalkan buat parkirnya aja Rp25.000, belum lagi orangnya Rp25.000, kalau sendiri aja sudah ketahuan Rp50.000. Bagaimana kalau kita punya anak dua atau tiga, istri bisa berlima, kali Rp25.000 kan cukup lumayan,” katanya 

Andi juga mengingatkan janji politik Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo terkait rencana menggratiskan akses masuk Ancol. Ia mengatakan Warga Jakarta Bersatu berencana kembali mengajukan audiensi agar dapat menyampaikan tuntutan tersebut secara langsung kepada gubernur.

“Target kita adalah bagaimana bisa kita ketemu langsung kepada Bapak Pramono. Jadi, biar kita obrolin juga kepada Pak Pram. Pak Pramono kan pernah berjanji untuk menggratiskan Ancol terkait janji politiknya waktu itu,” kata Andi.

Ia berharap pemerintah daerah menyosialisasikan secara terbuka apabila tersedia program yang memungkinkan masyarakat memperoleh tiket masuk gratis. Informasi tersebut, menurutnya, dapat disampaikan melalui media massa, kelurahan, hingga kecamatan agar diketahui lebih banyak warga.

“Kalau Pemda berani, ya sosialisasikan saja di masyarakat melalui media-media massa atau kelurahan, kecamatan, bagaimana orang bisa masuk Ancol gratis,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wa Ode, mengatakan pihaknya telah menerima aspirasi Warga Jakarta Bersatu. Tuntutan tersebut akan menjadi bahan pembahasan dalam rapat Komisi B.

Wa Ode menilai pembangunan dan kemajuan Jakarta semestinya tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat, termasuk warga berpenghasilan rendah.

“Jakarta boleh modern, boleh apa, makin terus jaya, makin terus keren, tapi enggak boleh ninggalin warga, terutama warga wong cilik,” kata Wa Ode.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com