Megapolitan . 29/10/2026, 11:59 WIB

Pengamat: Ancol Ikon Jakarta, Tiket Masuk Seharusnya Bisa Gratis

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansah mengusulkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggratiskan tiket masuk Ancol bagi seluruh pengunjung. Sebagai alternatif sumber pendapatan, ia menyarankan agar tarif kendaraan tetap diberlakukan dengan kisaran Rp10.000 hingga Rp20.000.

Menurut Trubus, skema tersebut dapat menjadi jalan tengah antara tuntutan masyarakat untuk menikmati wisata secara gratis dan kebutuhan pembiayaan operasional kawasan wisata.

“Seharusnya bisa, kalau memang mau digratiskan bisa. Misalnya kendaraannya saja yang bayar orangnya gratis. Kendaraan misalnya bayar 10.000 atau tidak 20.000. Kalau saat ini, terlalu mahal untuk tiket masuk saat ini,” kata Trubus saat berbincang dengan wartawan, Rabu, 28 Oktober 2026.

Ia menilai, tarif masuk yang dihitung berdasarkan jumlah pengunjung dapat menambah beban pengeluaran keluarga yang ingin berwisata. Pasalnya, tiket masuk bukan satu-satunya biaya yang harus disiapkan karena pengunjung juga perlu menganggarkan transportasi, makanan, dan kebutuhan lainnya.

Trubus mengaku pernah merasakan besarnya biaya kunjungan saat membawa keluarganya ke Ancol. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangannya dalam mendorong kebijakan tarif yang lebih terjangkau.

“Apalagi sampai membawa keluarga, saya pernah ke ancol, itu biayanya sampai ratusan ribu. Saat itu saya membawa keluarga,” ujarnya.

Tiket Gratis Dinilai Bisa Dongkrak UMKM

Selain memperluas akses masyarakat terhadap tempat wisata, Trubus menilai kebijakan tiket masuk gratis berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan ke Ancol. Peningkatan tersebut, menurutnya, dapat membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan.

Ia berpandangan, semakin banyak pengunjung yang datang, semakin besar pula peluang transaksi bagi pedagang makanan, minuman, dan berbagai produk lainnya di kawasan wisata tersebut.

“Kalau masalah operasional itu bisa dilakukan oleh UMKM. Bahkan, kalau banyak pengunjung, umkm jadi makin laku. Bahkan, pengunjung jadi ramai, umkm juga senang, karena banyak pembelinya,” katanya.

Trubus juga menilai tingginya biaya berwisata dapat membatasi kemampuan pengunjung untuk berbelanja di lokasi. Ketika anggaran terserap untuk tiket masuk dan pengeluaran lainnya, uang yang tersisa untuk membeli produk UMKM menjadi lebih sedikit.

“Karena saat ini kurang laku (UKMK), karena mahal-mahal, 1 juta bisa habis (masuk ke ancol). belum tiket dan lain-lainnya, bisa kelenger, tergantung political will (kemauan politik),” ujar Trubus.

Karena itu, ia mendorong Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan kebijakan tarif yang tidak hanya memperhitungkan kebutuhan pengelolaan kawasan, tetapi juga daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha kecil.

Ancol Disebut Ikon Wisata Jakarta

Trubus berpandangan, Ancol memiliki posisi penting sebagai salah satu ikon wisata Jakarta. Oleh sebab itu, akses masyarakat terhadap kawasan tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com