Tersangka Pembunuhan Istri Siri dan Anak di Madiun Bergaji Rp9 Juta Sehari, IQ di Atas Rata-rata
Tak hanya memiliki penghasilan tinggi, hasil pemeriksaan psikologis juga menunjukkan bahwa tersangka mempunyai tingkat kecerdasan atau IQ di atas rata-rata. Polisi turut mengungkap karakter tersangka yang dinilai cenderung merasa lebih unggul dibandingkan orang lain.
fin.co.id - Kasus pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Madiun, Jawa Timur, menyita perhatian publik. Tersangka Dwi Bagus Martono alias Bagus (40) ternyata memiliki keahlian khusus di bidang manufaktur yang membuatnya mampu memperoleh bayaran hingga Rp9 juta per hari.
Tak hanya memiliki penghasilan tinggi, hasil pemeriksaan psikologis juga menunjukkan bahwa tersangka mempunyai tingkat kecerdasan atau IQ di atas rata-rata. Polisi turut mengungkap karakter tersangka yang dinilai cenderung merasa lebih unggul dibandingkan orang lain.
Kepala Subdirektorat III Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi Arbaridi Jumhur, menjelaskan bahwa Bagus merupakan tenaga ahli manufaktur dengan keterampilan khusus yang dibutuhkan dalam proyek-proyek besar perusahaan asing.
Keahliannya berkaitan dengan pekerjaan di sektor minyak dan gas, mulai dari pembangunan anjungan minyak lepas pantai hingga penelitian kondisi tanah sebelum kegiatan eksplorasi. Kemampuan tersebut membuatnya berpeluang mendapatkan kontrak bernilai tinggi.
Baca Juga
"Proyek-proyek besar perusahaan asing yang mau bikin anjungan minyak, mau bikin penelitian kondisi tanah, butuh kemampuan dia," tuturnya, dikutip Jumat, 30 Oktober 2026.
Tenaga Ahli Manufaktur dengan Bayaran Rp9 Juta Sehari
Menurut Jumhur, keterampilan yang dimiliki Bagus tergolong spesifik sehingga tidak semua orang dapat mengerjakan pekerjaan serupa. Penghasilannya disebut bisa mencapai Rp9 juta untuk satu hari kerja.
"Per hari aja bisa Rp9 juta," katanya.
Jumhur menerangkan bahwa pekerjaan Bagus menggunakan sistem kontrak. Durasi kontrak tersebut dapat berlangsung hingga tiga bulan, bergantung pada proyek yang dikerjakan.
Tersangka juga diketahui memiliki latar belakang pendidikan di bidang manufaktur dari salah satu perguruan tinggi ternama di Bandung.
Baca Juga
"Jurusan dia manufaktur itu," ucap Jumhur.
Meski memiliki keahlian profesional dan penghasilan yang tinggi, Bagus kini harus menghadapi proses hukum atas dugaan pembunuhan terhadap istri sirinya dan seorang anak berusia empat tahun.
Selain menelusuri latar belakang pekerjaan tersangka, penyidik juga melakukan pemeriksaan psikologis. Hasil pemeriksaan tersebut telah diterima oleh penyidik Polda Jawa Timur.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Roy H M Sihombing, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan Bagus mempunyai tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Pemeriksaan itu juga menemukan kecenderungan karakter superior pada diri tersangka.
"Memang dia mempunyai kelebihan ya, tingkat IQ di atas rata-rata. Kemudian juga dia juga memiliki kepintaran yang cukup tinggi," tuturnya, dikutip Rabu, 28 Oktober 2026.
Berita Terkait
Denny Indrayana Cabut Gugatan Pendidikan Gibran, Walk Out dari Sidang PTUN