Megapolitan . 01/11/2026, 05:00 WIB

Polda Metro Jaya Minta Maaf soal Deklarasi Sumpah Pemuda dengan Mahasiswa Gadungan di Bundaran HI

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id – Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf atas polemik Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. 

Kegiatan tersebut menuai sorotan setelah sejumlah orang yang mengenakan jaket almamater universitas diduga bukan mahasiswa.

Kepolisian mengakui kegiatan tersebut memunculkan beragam tanggapan di tengah masyarakat. Polda Metro Jaya pun menyatakan kritik yang muncul akan dijadikan bahan evaluasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya memahami adanya perbedaan pandangan masyarakat terhadap deklarasi yang turut mengundang Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad tersebut.

"Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi," ujar Budi Hermanto dalam keterangannya, Sabtu 31 Oktober 2026.

Deklarasi tersebut digelar di Pospol Bundaran HI, Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis 29 Oktober 2026. Acara itu diselenggarakan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan mengusung tema 'Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia'.

Sejumlah tokoh menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Raffi Ahmad selaku Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni serta kreator konten Willie Salim.

Budi menegaskan, kehadiran Raffi Ahmad dan Willie Salim dalam acara tersebut merupakan bagian dari undangan yang diberikan oleh penyelenggara. Keduanya disebut datang dengan niat baik untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

"Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda," imbuhnya.

Lebih lanjut, Budi membantah deklarasi tersebut dimaksudkan sebagai tandingan terhadap aksi penyampaian pendapat di muka umum yang berlangsung sehari sebelumnya.

Terkait dugaan adanya mahasiswa gadungan dalam kegiatan itu, Polda Metro Jaya memastikan kepolisian tengah melakukan penyelidikan.

"Mahasiswa yang diduga gadungan dilakukan penyelidikan pihak kepolisian," imbuhnya.

Budi menambahkan, Polda Metro Jaya tetap menghormati aspirasi masyarakat serta terbuka terhadap kritik dan masukan. Menurutnya, setiap tanggapan publik akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.

"Sumpah Pemuda mengajarkan persatuan, dan nilai itu ingin kami jaga bersama seluruh elemen bangsa. Setiap masukan akan kami jadikan bahan evaluasi agar pelayanan kami terus menjadi lebih baik," pungkasnya. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com