Politik . 04/11/2026, 21:35 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Sugiono mengakui adanya dugaan kebocoran keamanan dari internal pemerintahan setelah Presiden Prabowo Subianto menjadi sasaran penyadapan ilegal. Ia menduga kasus yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah pihak lainnya bermotif politik serta berpotensi mengarah pada tindakan insubordinasi hingga dugaan makar.
Menurut Sugiono, pemerintah masih melakukan penelusuran untuk mengetahui bagaimana dugaan penyadapan tersebut bisa terjadi. Ia menilai kemungkinan adanya celah keamanan justru berasal dari lingkungan internal pemerintahan.
"Itu juga yang sedang kita dalami. Dan itu tadi kalau disebut kebobolan, ya ini dari dalam sendiri, kan? Dari dalam pemerintahan sendiri. Makanya saya bilang ini bisa saja diterjemahkan sebagai suatu insubordinasi," kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 4 November 2026.
Ketika ditanya mengenai pihak yang bertanggung jawab menjaga keamanan Presiden di kawasan Istana serta perkembangan terbaru penanganan perkara, Sugiono belum bersedia memberikan keterangan lebih jauh.
Ia menjelaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan. Sugiono berharap pendalaman yang dilakukan aparat penegak hukum dapat mengungkap berbagai fakta tambahan mengenai dugaan penyadapan tersebut.
"Oh, ini prosesnya masih berjalan, yakin bahwa akan ada temuan-temuan ataupun fakta-fakta baru nanti kita tunggu saja," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sugiono juga menyoroti kemungkinan adanya kepentingan politik di balik dugaan penyadapan terhadap Prabowo. Ia menilai motif tersebut perlu menjadi salah satu aspek yang ditelusuri dalam proses penanganan perkara.
"Saya kira motifnya diduga kuat bersifat politis. Namun, kita lihat saja nanti," ujar Sugiono.
Lebih jauh, politikus Partai Gerindra itu berpandangan bahwa tindakan penyadapan tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk pembangkangan atau insubordinasi. Ia juga membuka kemungkinan adanya motif yang berkaitan dengan dugaan upaya makar terhadap Presiden.
"Kalau saya sih berpendapat bahwa ini merupakan satu bentuk insubordinasi, ya. Insubordinasi, kemudian bisa jadi kemudian juga ditemukan motif-motif yang mengarah ke makar kepada Presiden," katanya.
Sugiono mengaku menyayangkan dugaan penyadapan terhadap kepala negara, terlebih apabila tindakan tersebut benar-benar dilakukan oleh pihak yang berasal dari institusi pemerintahan di bawah kewenangan Presiden.
Ia pun mempertanyakan latar belakang serta alasan yang mendasari tindakan tersebut. Menurutnya, dugaan penyadapan terhadap seorang kepala pemerintahan oleh institusi yang berada di bawah kendalinya merupakan persoalan serius yang perlu diungkap secara menyeluruh.
"Sesuatu yang menurut saya, sesuatu yang luar biasa ya, sangat disayangkan, kemudian juga kami di Gerindra berpandangan apa sih motifnya, apa sih dasarnya, kan seperti itu. Penyadapan dilakukan kepada kepala pemerintahan, kepada Presiden dalam hal ini oleh institusi yang berada di bawah beliau, ya," tuturnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media