Nasional . 04/11/2026, 08:51 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Tentara Nasional Indonesia (TNI) merespons kabar pengerahan ribuan prajurit ke wilayah DKI Jakarta pada Selasa, 3 November 2026.
Pergerakan pasukan dalam jumlah besar tersebut menjadi sorotan publik karena mencuat tidak lama setelah mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, mengatakan pengerahan personel merupakan bagian dari pelaksanaan tugas negara untuk menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku," kata Nas dikutip dari ANTARA, Rabu 4 November 2026.
Meski demikian, Nas tidak menjelaskan secara terperinci tujuan pengerahan pasukan tiga matra TNI tersebut. Ia juga tidak menyebutkan jumlah personel yang digerakkan ke ibu kota.
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Tunggul, juga belum memberikan jawaban terkait pergerakan personel TNI Angkatan Laut ke Jakarta.
Sementara itu, Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Yayan Sofiyan mengungkapkan rencana pengerahan pasukan untuk memperkuat pengamanan di wilayah DKI Jakarta.
Yayan menjelaskan, pergeseran pasukan dibagi menjadi empat tahap. Pengerahan tersebut melibatkan satuan TNI AL yang berada di Jakarta maupun prajurit dari luar daerah yang ditempatkan di bawah kendali operasi (BKO) Kodam Jaya.
“Mohon izin melaporkan rencana pengerahan pasukan penebalan pengamanan perkembangan situasi di wilayah DKI Jakarta,” ujar Yayan di Jakarta, Selasa 2 November 2026.
Pengerahan tahap pertama sudah dimulai pada 2 November 2026 dengan melibatkan 2.100 personel dari satuan yang berada di wilayah Jakarta. Pasukan tersebut berasal dari Korps Marinir, Komando Armada I (Koarmada I), Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III, serta Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).
Selanjutnya, pengerahan tahap kedua dan ketiga dijadwalkan berlangsung pada 4 November 2026. Dalam dua tahap tersebut, sebanyak 5.740 personel dari luar Jakarta akan digeser menuju ibu kota melalui jalur laut menggunakan kapal perang Republik Indonesia (KRI) maupun jalur darat.
“Total personel yang dikerahkan dari seluruh tahapan mencapai 20.980 personel,” kata Yayan.
Pasukan dari luar daerah tersebut berasal dari sejumlah satuan, di antaranya Koarmada II, Pasukan Marinir 2 (Pasmar 2), Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal), Komando Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal), Akademi Angkatan Laut (AAL), serta pangkalan TNI AL di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung.
Seluruh personel yang digeser akan ditempatkan pada titik-titik yang telah ditentukan di Jakarta untuk memperkuat pengamanan wilayah ibu kota.
Sementara itu, tahap keempat melibatkan 13.140 personel dari Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) dan satuan TNI AL di wilayah Jakarta.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media