Nasional

Tunjukkan Empat Ijazah Asli di Persidangan, Jokowi Minta Hakim Tegakkan Keadilan

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menegakkan keadilan dalam menangani perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu yang menyeret sejumlah pihak sebagai terdakwa.

Tunjukkan Empat Ijazah Asli di Persidangan, Jokowi Minta Hakim Tegakkan Keadilan
Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat menunjukan ijazahnya di persidangan. (Antara)

Di luar persoalan ijazah, Jokowi turut mengungkapkan kemarahannya terhadap tuduhan yang menurutnya telah menyentuh kehormatan kedua orang tuanya.

Ia mengaku sangat tersinggung karena tudingan tersebut tidak hanya ditujukan kepada dirinya, tetapi juga menyeret ayah dan ibu kandungnya.

Jokowi menilai kedua orang tuanya memiliki jasa besar dalam perjalanan hidupnya. Mulai dari merawat sejak kecil hingga memberikan dukungan agar dirinya bisa menempuh pendidikan.

"Ya jelas, saya sangat tersinggung sekali. Saya sangat marah sekali karena orang tua saya, ibu kandung saya, bapak kandung saya dibilang seperti itu," katanya.

Ia kembali menegaskan bahwa kedua orang tuanya merupakan sosok yang membesarkan dan membiayai pendidikannya hingga bisa menyelesaikan sekolah.

"Karena beliau, apa pun beliau yang memberi makan saya sejak bayi, yang menyekolahkan saya sejak bayi, kemudian dikata-katai dengan kata-kata seperti itu. Siapa yang enggak sakit?" ujarnya.

Lebih jauh, Jokowi berharap perkara tersebut dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak sembarangan melontarkan tuduhan terhadap orang lain.

Menurutnya, tuduhan yang tidak disertai dasar dan bukti yang jelas berpotensi menjadi fitnah serta merusak reputasi seseorang.

"Artinya, saya berharap saya bawa ke ruang sidang pengadilan yang terhormat ini agar menjadi pembelajaran kita semuanya. Jangan mudah menuduh orang, jangan mudah membuat fitnah sehingga mencemarkan nama baik seseorang. Ini untuk pembelajaran kita semuanya," kata Jokowi. *

Berita Terkait