Hukum dan Kriminal . 07/11/2026, 11:20 WIB

Said Didu Bilang Penyadapan terhadap Prabowo Langkah Menuju Makar yang Dilakukan Geng SOP (Solo, Oligarki, Parcok)

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu melontarkan tudingan serius terkait kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret nama mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Melalui unggahan di akun X, Said Didu menilai tindakan penyadapan tersebut bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum. Ia bahkan menyebutnya sebagai langkah menuju makar yang diduga melibatkan kelompok yang disebutnya sebagai geng SOP.

"Saya tegas menyatakan bahwa penyadapan yang dilakukan oleh mantan Kapolri kepada Presiden Prabowo adalah langkah menuju makar oleh geng SOP (Solo, Oligarki, Parcok)," tulis Said Didu, dikutip Sabtu 7 November 

Ia kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan persaingan politik antara kelompok yang disebutnya sebagai Hambalang dan Solo.

Menurut Said Didu, Oktober 2026 merupakan babak terakhir pertarungan kedua kelompok tersebut. Ia menggambarkan situasi politik yang terjadi dengan istilah To Kill or To Be Killed.

Sejalan dengan itu, Said Didu menuding kelompok SOP telah menyiapkan serangan pada awal November 2026. 

Ia menyebut operasi lapangan tersebut diduga dipimpin mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama faksi Solo yang berada di dalam Kabinet Prabowo.

"Geng SOP (Solo, Oligarki, Parcok) menyiapkan pukulan uppercut di awal November yang operasi lapangannya dipimpin oleh mantan Kapolri LSP bersama faksi Solo di dalam Kabinet Prabowo," tulisnya.

Said Didu juga menyinggung pemberhentian Listyo Sigit dari jabatan Kapolri pada 1 Oktober 2026. Menurut dia, keputusan tersebut patut disyukuri karena dinilai berkaitan dengan upaya menggagalkan skenario yang dituduhkannya.

Selain itu, ia menuding adanya operasi untuk merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo.

Said Didu mencontohkan sejumlah persoalan, mulai dari kelangkaan BBM, dugaan sabotase program Makan Bergizi Gratis (MBG), gangguan pasar modal, hingga pemadaman listrik PLN.

"Operasi meronrong kepercayaa rakyat kepada Prabowo, seperti: kelangkaan BBM, sabotase MBG, ganggu pasar modal, pemadaman listrik PLN, dll. Ini dilakukan kerjasama antara Parcok (LSP) dan Menteri loyalis Jokowi," tulisnya.

Tak hanya itu, Said Didu juga menuding adanya upaya penggalangan massa yang dikaitkan dengan Listyo Sigit. 

Ia menyebut penggalangan tersebut menyasar organisasi serikat pekerja serta persiapan organisasi mantan narapidana terorisme atau napiter.

Lebih jauh, Said Didu memperingatkan bahwa jaringan yang ditudingnya sebagai kelompok makar masih berada di lingkungan pemerintahan Prabowo.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com