Pendidikan . 07/11/2026, 22:45 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Delegasi Uni Eropa (EU) untuk Indonesia kembali menyelenggarakan European Higher Education Fair (EHEF) 2026 sebagai ajang memperkenalkan berbagai peluang pendidikan tinggi di kawasan Eropa. Memasuki tahun ke-18, pameran ini menjadi sarana bagi mahasiswa Indonesia untuk mengenal lebih dekat perguruan tinggi dan program beasiswa internasional.
Setelah berlangsung di Yogyakarta pada 4 November 2026 dengan jumlah pengunjung lebih dari 5.000 orang, EHEF 2026 melanjutkan penyelenggaraannya di Jakarta pada 7–8 November 2026. Kegiatan tersebut bertempat di Catur Dharma Hall, Menara Astra.
Sebanyak 92 institusi pendidikan tinggi dari 14 negara anggota Uni Eropa berpartisipasi dalam pameran ini. Selain perguruan tinggi Eropa, pengunjung juga dapat memperoleh informasi mengenai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan program Beasiswa Garuda yang dibiayai pemerintah Indonesia.
Melalui penyelenggaraan EHEF 2026, Uni Eropa berupaya memperluas kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk mengakses pendidikan internasional sekaligus mendorong hubungan akademik yang lebih erat antara kedua kawasan.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Dr. Beny Bandanadjaja, mengatakan bahwa kerja sama pendidikan lintas negara dapat membuka akses lebih luas bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman akademik dan membangun koneksi internasional.
"Kolaborasi pendidikan tinggi antara Indonesia dan Eropa memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik internasional, memperluas wawasan, dan membangun jejaring," ujar Beny.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Hervé Delphin, menegaskan bahwa pengembangan pendidikan tinggi merupakan salah satu fokus penting dalam hubungan kemitraan Uni Eropa dengan Indonesia.
"Sejalan dengan strategi Global Gateway Uni Eropa, kami berkomitmen untuk terus berinvestasi pada sumber daya manusia, keterampilan, penelitian, dan inovasi guna membangun kemitraan yang dilandasi kepercayaan dan berkelanjutan," kata Hervé.
Ia menjelaskan bahwa Uni Eropa bersama negara-negara anggotanya setiap tahun menyediakan lebih dari 1.000 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Selain itu, pada 2025 tercatat lebih dari 10.000 warga Indonesia sedang menjalani pendidikan maupun kegiatan penelitian di berbagai negara anggota Uni Eropa.
"EHEF menjadi wadah penting bagi calon mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan universitas-universitas Eropa dan menjajaki berbagai peluang akademik serta beasiswa yang tersedia di Eropa," ujarnya.
Penguatan hubungan pendidikan Indonesia dan Uni Eropa juga dilakukan melalui program Erasmus+ yang didanai oleh Uni Eropa. Sejak 2021, program ini telah mendukung mobilitas mahasiswa, staf perguruan tinggi, pertukaran akademik, serta pengembangan kerja sama antarlembaga pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, Erasmus+ telah memfasilitasi sebanyak 1.089 mahasiswa dan staf universitas Indonesia untuk mengikuti kegiatan akademik di Eropa. Sementara itu, terdapat 1.182 akademisi dari Uni Eropa yang memperoleh kesempatan melakukan mobilitas ke Indonesia.
Program tersebut juga telah menyalurkan 377 beasiswa kepada mahasiswa Indonesia melalui skema Erasmus Mundus Joint Masters (EMJM).
Ke depan, Erasmus+ menargetkan dapat menarik sedikitnya 350.000 mahasiswa dari luar kawasan Uni Eropa hingga 2030. Target tersebut tertuang dalam dokumen *Communication on Union of Skills*.
"Pendidikan bertujuan memberikan akses yang setara terhadap keterampilan dan pengetahuan agar masyarakat dapat memanfaatkan peluang kerja, mendorong inovasi, dan menciptakan lapangan kerja. Ini telah menjadi pertukaran dua arah antara Indonesia dan Eropa," tambah Hervé.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media