fin.co.id - Artis Nikita Mirzani membantah telah melakukan pemerasan terhadap dokter sekaligus pebisnis kecantikan Reza Gladys. Melalui kuasa hukumnya, Fahmi Bachmid mengatakan, Nikita Mirzani dibayar untuk melakukan review dan ada kontrak kerja sama.
Bahkan, kata Fahmi, bukti tersebut dipegang oleh Ismail Marzuki alias Mail, sahabat Nikita.
"Saya pastikan, tidak ada pemerasan. Sebagai kuasa hukum, saya yakin tidak ada pemerasan. Yang terjadi adalah permintaan bantuan," kata Fahmi saat ditemui di Condet, Jakarta Timur, Jumat 21 Februari 2025.
Dia mengatakan, kliennya diminta untuk melakukan review produk. Kata dia, percakapan itu dipegang oleh Ismail.
"Nikita diminta untuk memberikan review yang baik, kemudian ada kontrak, dan kontraknya akan dibayar lagi. Percakapan ini semua ada dengan Ismail Marzuki alias Mail," sambungnya.
Oleh karena itu, Fahmi berharap polisi bisa bertindak profesional dan adil dalam menangani kasus ini.
“Saya meminta agar polisi dan penyidik benar-benar tegak lurus dalam kasus ini. Jangan main-main, karena ini juga menyangkut kepolisian yang sedang menjadi sorotan masyarakat,” kata Fahmi.
iberitakan sebelumnya, konflik antara Reza Gladys dan Nikita Mirzani berawal dari dugaan membangun bisnis perawatan kulit. Reza Gladys, yang merupakan pemilik klinik kecantikan, merasa dirugikan oleh tindakan Nikita Mirzani yang dianggap menjelekan produknya.
Namun, Reza Gladys mengaku diancam hingga mengalami kerugian Rp4 miliar ketika ingin berkomunikasi dengan pihak Nikita. Hingga Nikita dan asistenya IM ditetapkan sebaga tersangka dalam kasus ini.
(Hasyim Ashari)