Mengenal SSPX: Kelompok Katolik Tradisionalis yang Menantang Paus dan Bersitegang dengan Vatikan

news.fin.co.id - 07/07/2026, 07:29 WIB

Mengenal SSPX: Kelompok Katolik Tradisionalis yang Menantang Paus dan Bersitegang dengan Vatikan

Kelompok SSPX. Foto by X @JohnTraddington

fin.co.id - Serikat Santo Pius X (SSPX) atau Society of Saint Pius X merupakan kelompok Katolik tradisionalis yang didirikan pada 1970 oleh Uskup Agung asal Prancis, Marcel Lefebvre, di Ecône, Swiss.

Kelompok ini dibentuk sebagai bentuk penolakan terhadap berbagai perubahan yang diperkenalkan Gereja Katolik melalui Konsili Vatikan II, sebuah pertemuan para pemimpin Gereja yang berlangsung pada 1962 hingga 1965.

Menurut SSPX, sejumlah reformasi tersebut telah menjauhkan Gereja dari ajaran dan tradisi Katolik yang selama berabad-abad dijalankan.

SSPX dikenal mempertahankan berbagai tradisi lama dalam Gereja Katolik. Salah satunya adalah tetap menyelenggarakan misa menggunakan bahasa Latin, bukan bahasa setempat sebagaimana diterapkan di banyak gereja setelah Konsili Vatikan II.

Kelompok ini juga menolak kebijakan yang mendorong hubungan lebih terbuka dengan gereja-gereja Kristen lainnya maupun agama lain. Mereka meyakini tradisi Katolik harus dipertahankan sebagaimana praktik sebelum reformasi gereja.

Saat ini, SSPX memiliki sekitar 1.500 imam, seminaris, dan anggota lainnya, serta melayani sekitar 800 tempat ibadah di 77 negara.

Pendirinya, Marcel Lefebvre, yang meninggal pada 1991 dalam usia 85 tahun, juga dikenal pernah mendukung rezim Vichy di Prancis pada masa Perang Dunia II dan kemudian memberikan dukungan kepada partai sayap kanan Front Nasional yang dipimpin Jean-Marie Le Pen.

Hubungan dengan Vatikan Sering Memanas

Hubungan SSPX dengan Vatikan telah lama diwarnai ketegangan.

Konflik terbesar terjadi pada 1988 ketika pendirinya, Marcel Lefebvre, menahbiskan empat uskup tanpa persetujuan Paus Yohanes Paulus II. Tindakan tersebut membuat Lefebvre dan para uskup yang ditahbiskan dijatuhi sanksi ekskomunikasi atau dikeluarkan dari persekutuan penuh Gereja Katolik.

Pada 2009, Paus Benediktus XVI mencabut sanksi ekskomunikasi terhadap para uskup itu sebagai bagian dari upaya memperbaiki hubungan. Namun, hingga kini SSPX belum sepenuhnya kembali ke dalam struktur resmi Gereja Katolik dan status kanoniknya masih menjadi persoalan di Vatikan.

Kembali Jadi Sorotan

SSPX saat ini Kembali menjadi sorotan setelah mereka tetap melantik empat uskup baru tanpa persetujuan Paus Leo XIV pada Rabu 7 Juli 2026 meski Vatikan sebelumnya telah memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat berujung pada ekskomunikasi.

Prosesi berlangsung dalam sebuah misa di kawasan pegunungan Alpen, tepatnya di seminari SSPX di Ecône, Swiss. Dalam upacara itu, Uskup Alfonso de Galarreta meletakkan tangannya di atas kepala empat uskup baru sebagai bagian dari ritual penahbisan uskup dalam tradisi Gereja Katolik.

Menurut hukum Gereja Katolik, penahbisan uskup tanpa persetujuan Paus dapat dianggap sebagai tindakan yang memicu perpecahan dengan Vatikan dan berpotensi mengakibatkan ekskomunikasi otomatis bagi pihak-pihak yang terlibat.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca