Pemerintah Gelontorkan 360 Ribu Ton Beras ke 18,3 Juta Penerima Bansos

news.fin.co.id - 02/06/2025, 20:32 WIB

Pemerintah Gelontorkan 360 Ribu Ton Beras ke 18,3 Juta Penerima Bansos

Ilustrasi - Stok Beras di Gudang Bulog

fin.co.id - Pemerintah menggelontorkan 180.000 ton beras per bulan untuk disalurkan sebagai bantuan sosial (bansos).

Adapun bansos ini akan disalurkan selama bulan Juni-Juli 2025.

"Kita akan mengeluarkan bantuan sosial yaitu jumlahnya 180.000 ton per bulan. Dua bulan 360.000 ton. Kita akan bagi ke masyarakat tidak mampu," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 2 Juni 2025.

Advertisement

Ia pun memastikan stok beras yang ada saat ini cukup untuk digunakan dalam penyaluran bantuan pangan 10 kg beras kepada 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Stok kita cukup aman karena yang kita akan keluarkan hanya 360 ribu ton dan kemungkinan bulan ini serapannya bisa 400-500 ribu ton," ujarnya.

Lebih lanjut, ia membeberkan strategi pemyaluran bansos itu agar Nilai Tukar Petani (NTP) beras dapat terjaga.

“Alhamdulillah, sekarang ini bulan Mei NTP-nya naik 121, jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu pada bulan yang sama, 116,” kata Amran.

Adapun strategi yang pertama yaitu dengan membagikan bantuan pangan ke daerah-daerah yang tidak menghasilkan beras atau minim menghasilkan beras.

Ia mencontohkan beberapa daerah tersebut adalah Papua dan Maluku.

"Kita distribusi ke sana bisa sekaligus dua bulan. Kemudian (strategi) yang kedua adalah daerah perkotaan yang juga tidak menghasilkan beras,” papar dia.

Namun, daerah penghasil beras seperti Pulau Jawa juga harus dilindungi, lewat menjaga keseimbangan harga di tingkat petani, saat bansos dikucurkan.

Tujuannya, agar dapat menguntungkan petani tanpa membebani konsumen.

Advertisement

“Ini strategi kita lakukan untuk menjaga harga di tingkat petani tetap baik, juga di tingkat konsumen tetap baik,” lanjutnya. (Anisha Aprilia)

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID