Seskab Teddy Tuturkan Langkah Pemerintah Tindaklanjuti Tambang Nikel di Raja Ampat

news.fin.co.id - 05/06/2025, 22:31 WIB

Seskab Teddy Tuturkan Langkah Pemerintah Tindaklanjuti Tambang Nikel di Raja Ampat

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Foto: Instagram

fin.co.id - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya merespons terkait maraknya penolakan tambang nikel yang terjadi di wilayah Raja Ampat, Papu Barat Daya. Teddy mengatakan, pemerintah telah menindaklanjuti soal eksploitasi tambang nikel tersebut.

"Sudah, sudah langsung ditindaklanjuti. Ini Pak Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia) dan Pak Menteri Lingkungan Hidup (Hanif Faisol Nurofiq) sudah mengambil langkah yang diperlukan untuk saat ini," kata Teddy kepada wartawan, Kamis, 5 Juni 2025.

Teddy mengatakan, persoalan di Raja Ampat akan segera diselesaikan usai saling berkoordinasi "Tadi langsung kita hubungi dan saling berkoordinasi. Segera kita selesaikan," katanya.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menghentikan sementara aktivitas tambang nikel PT Gag Nikel di Raja Ampat, terhitung mulai hari ini, menyusul penolakan dari aktivis lingkungan, dan masyarakat sipil karena dinilai mengancam ekosistem.

Advertisement

"Untuk sementara kegiatan produksinya disetop dulu, sampai menunggu hasil peninjauan verifikasi dari tim saya," kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, hari ini.

Sebelumnya, Lembaga Swadaya Masyarakat Greenpeace menggelar aksi penolakan terhadap aktivitas pertambangan nikel di Raja Ampat.

Aksi itu disuarakan dalam acara Indonesia Critical Minerals Conference & Expo di Hotel Pullman, Selasa, 3 Juni 2025.

Kepala Kampanye Hutan Greenpeace Global untuk Indonesia Kiki Taufik mengatakan, wilayah Raja Ampat akan rusak bila aktivitas tambang terus dibiarkan. Dia mengatakan, dampak merusak akibat industri nikel sudah terjadi di sejumlah daerah seperti Halmahera, Wawonii, dan Kabaena. Kini, aktivitas serupa mulai menjalar ke Raja Ampat.

"Saat ini sudah ada lima pulau yang mulai dieksploitasi. Padahal wilayah ini adalah kawasan geopark global dan destinasi wisata bawah laut terpopuler. Sekitar 75 persen terumbu karang terbaik dunia berada di Raja Ampat, dan sekarang mulai dirusak," katanya.

(Anisha Aprilia)

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID