PT Acer Indonesia Belum Beri Pernyataan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Acer Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pemanggilan RS oleh Kejagung. Namun, tekanan publik agar perusahaan tersebut menjelaskan keterlibatan mereka dalam proyek ini semakin kuat, terutama setelah nama perusahaannya disebut secara langsung dalam proses penyidikan.
Publik Desak Transparansi Total
Kasus ini memicu keprihatinan masyarakat luas, khususnya karena menyangkut sektor pendidikan. Proyek yang seharusnya mencerdaskan anak bangsa malah dimanfaatkan untuk memperkaya segelintir oknum.
“Korupsi di dunia pendidikan itu ironi besar. Kami mendorong Kejagung agar membuka semua keterlibatan, termasuk dari pihak swasta seperti vendor dan distributor,” ujar Direktur Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana.
Kasus dugaan korupsi laptop Kemendikbudristek ini diprediksi bakal menyeret lebih banyak nama, termasuk dari sektor swasta. Kejagung berkomitmen menuntaskan penyidikan hingga ke akar-akarnya. Jika benar ada permainan dalam proyek pengadaan, pelaku harus bertanggung jawab di depan hukum. (*)