fin.co.id - Salah satu kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali bernama Dedy Nur Palakka membuat heboh di media social X belum lama ini.
Pasalnya, Dedy Nur Palakka memberikan pernyataan yang dianggap berlebihan tentang sosok mantan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi.
Melalui akun X, Dedy Nur Palakka yang kerap mengelu-elukan Jokowi ini, menilai bahwa Presiden RI ke-7 itu layak untuk menjadi seorang Nabi.
"Jadi nabi pun sebenarnya beliau ini sudah memenuhi syarat, cuma sepertinya beliau menikmati menjadi manusia biasa dengan senyum selalu lebar ketika bertemu dengan rakyat," tulis Dedy Nur.
Pernyataan kontroversial itu dia sampaikan guna membalas cuitan salah satu netizen. Namun komentar itu diduga telah dihapus setelah menuai reaksi dari netizen.
Meskipun begitu, cuitan Dedy Nur itu telah tersebar melalui tangkapan layar.
Setelah viral dan menuai kecaman public, Dedy Nur mengklarifikasi dan meminta maaf.
Dia mengatakan bahwa pernyataan Jokowi layak sebagai Nabi merupakan pendapat pribadinya dan tidak atas nama PSI
"Pernyataan tersebut sepenuhnya merupakan pandangan pribadi, dan tidak mewakili sikap resmi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara kelembagaan" katanya di X, Jumat 13 Juni 2025.
"Dengan kesadaran penuh, saya mencabut pernyataan tersebut, demi menjaga ruang dialog publik yang sehat dan tidak menimbulkan salah tafsir yang berlarut-larut. Saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan setulus-tulusnya kepada masyarakat, seluruh umat beragama, serta pihak-pihak yang merasa terganggu atau tersinggung oleh pernyataan tersebut" pungkasnya.
Profil Dedy Nur Palakka
Dedy Nur Palakka kelahiran Makassar, 23 Agustus 1981. Awalnya meniti karier sebagai juru masak profesional. Ia menyelesaikan pendidikan setara D4/S1 sebelum mengasah keahlian memasaknya hingga ke mancanegara.
Antara tahun 2009 hingga 2015, Dedy menjadi head chef di sebuah restoran Tiongkok bernama Ching Tung Restaurant yang berlokasi di Amerika Serikat.