Perang Iran-Israel Berdampak Kenaikan Harga BBM? Begini Respon Pertamina

news.fin.co.id - 18/06/2025, 08:23 WIB

Perang Iran-Israel Berdampak Kenaikan Harga BBM? Begini Respon Pertamina

Harga BBM Shell, BP, dan Vivo Kompak Turun Mulai 1 Juni 2025, Cek Daftar Lengkapnya!

fin.co.id -  PT Pertamina (Persero) memastikan akan ada kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) karena imbas perang Iran dan Israel.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengatakan, kemungkinan ada kenaikan Harga BBM untuk non subsidi pada awal Juli 2025.

“Kami evaluasi, melihat pergerakan di akhir bulan ini, nanti per tanggal 1 seperti biasa akan ada penyesuaian (harga) untuk yang non-subsidi,” ucap Fadjar Djoko Santoso, Selasa 17 Juni 2025 di Jakarta,

Advertisement

Penyesuaian harga untuk BBM nonsubsidi memang biasa dilakukan setiap awal bulan. Fadjar belum dapat memastikan perubahan harga BBM nonsubsidi ketika disinggung apakah BBM nonsubsidi akan mengalami kenaikan harga akibat melonjaknya harga minyak dunia.

Ia menjelaskan, harga BBM tidak hanya dipengaruhi oleh harga minyak dunia. Ada faktor lainnya yang turut berkontribusi, seperti kurs rupiah terhadap dolar dan perpajakan.

“Nanti kami melalui Pertamina Patra Niaga akan evaluasi untuk menetapkan harga,” kata dia.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Jumat lalu ketika Israel melancarkan serangan udara terkoordinasi ke sejumlah lokasi di Iran, termasuk fasilitas militer dan nuklir, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan rudal.

Menurut Israel, sedikitnya 24 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan-serangan balasan Iran sejak Jumat.

Di lain pihak, Iran mengklaim sedikitnya 224 orang tewas dan lebih dari 1.000 lainnya terluka akibat serangan-serangan Israel.

Bazan, perusahaan kilang minyak terbesar di Israel, pada Senin (16/6) malam waktu setempat mengumumkan bahwa seluruh fasilitasnya di Pelabuhan Haifa telah ditutup sepenuhnya akibat kerusakan yang disebabkan oleh serangan rudal Iran.

Selaras dengan kehadiran konflik tersebut, harga minyak dunia pun mengalami lonjakan.

Saat ini, lonjakan harga minyak dunia berada di kisaran 72–74 dolar AS per barel, lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada level 65,29 dolar AS per barel.

Advertisement

Dikutip dari Sputnik-OANA, harga minyak berpotensi melonjak hingga mencapai harga 130 dolar AS per barel jika Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz, menurut laporan surat kabar Turki Hurriyet pada Senin.

Selat Hormuz disebutkan menangani 20 persen pengiriman minyak global dan 80 persen perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) untuk Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID