Iran Tak Gentar! Tetap Lanjutkan Pengayaan Uranium Meski Digempur Israel-AS

news.fin.co.id - 23/06/2025, 17:26 WIB

Iran Tak Gentar! Tetap Lanjutkan Pengayaan Uranium Meski Digempur Israel-AS

Iran vs Israel (shutterstock)

fin.co.id

Meski dihantam serangan militer besar-besaran dari Israel dan Amerika Serikat, Iran memastikan tak akan mundur selangkah pun dari program nuklirnya. Negeri para mullah itu menegaskan tetap akan melanjutkan pengayaan uranium sesuai dengan ketentuan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Pernyataan ini dilontarkan langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik, Majid Takht Ravanchi, dalam wawancara eksklusif bersama stasiun televisi nasional Jerman, Das Erste, seperti dikutip kantor berita semi-resmi Tasnim, Senin, 23 Juni 2025.

Advertisement

“Tak seorang pun bisa mengatur kami apa yang boleh dan tidak boleh kami lakukan, selama kami bertindak sesuai kewajiban kami dalam traktat tersebut,” ujar Ravanchi dengan tegas.

Serangan AS-Israel Tak Surutkan Tekad Iran

Sehari sebelum pernyataan Ravanchi, Presiden AS Donald Trump mengklaim pasukannya telah menggempur sejumlah fasilitas nuklir utama Iran. Lokasi yang disasar meliputi Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Dalam laporan yang beredar, enam bom penghancur bunker dijatuhkan dari pesawat siluman B-2 ke arah fasilitas bawah tanah Fordow. Sementara itu, puluhan rudal jelajah ditembakkan dari kapal selam Amerika ke dua situs nuklir lainnya: Natanz dan Isfahan.

Serangan ini disebut sebagai bagian dari eskalasi besar dalam operasi militer gabungan AS-Israel yang dimulai sejak 13 Juni 2025. Iran pun membalas dengan meluncurkan rudal ke sejumlah wilayah Israel, menandai konflik dua arah yang makin memanas.

Korban Jiwa Meningkat Tajam

Situasi makin tragis dengan meningkatnya korban sipil. Iran melaporkan sedikitnya 430 warga tewas dan lebih dari 3.500 orang luka-luka akibat serangan Israel hingga pekan ketiga Juni. Di sisi lain, Israel mengklaim 25 orang tewas dan ratusan luka akibat serangan balasan Iran.

Konflik bersenjata ini memicu kecaman internasional dan kekhawatiran akan potensi pecahnya perang regional berskala penuh di Timur Tengah. Negara-negara seperti Turki, Rusia, dan China menyerukan de-eskalasi dan menekankan pentingnya diplomasi.

Pengayaan Uranium Jadi Simbol Kedaulatan

Advertisement

Meski tekanan datang dari berbagai arah, Iran tetap bersikeras bahwa program nuklirnya bersifat damai dan berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Ravanchi menegaskan bahwa negaranya hanya menjalankan hak sebagai anggota sah NPT.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID