Minat Investasi Terpantau Menurun
Sementara itu, Direktur Ekonomi Digital · Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda juga turut menyoroti penyebab dari batalnya investasi triliunan ini. Menurutnya, ada masalah krusial yang menjadi penyebab minat investasi ke Indonesia relatif rendah.
Salah satu dari masalah tersebut adalah terjadinya penurunan adalah goverment efficiency dan business efficiency. Diketahui, Gov efficiency turun dari peringkat 23 menjadi 34 dengan penurunan paling tinggi di sub institusional framework yang turun 26 peringkat.
“Artinya ada yang salah dengan kebijakan-kebijakan terkait dengan competitiveness,” ucap Nailul saat dihubungi oleh, pada Jumat 4 Juli 2025.
Dalam hal ini, Nailul juga menambahkan bahwa beberapa permasalahan seperti masalah premanisme, kegalauan masuk BRICS atau OECD, dan kebijakan yang memasukkan TNI di beberapa sektor terkait ekonomi juga turut mempengaruhi minat investasi di Indonesia.
“Terakhir Dirjen Bea Cukai juga dari TNI. Ini yang menyebabkan bisnis tidak efisien,” tegas Nailul.
Selain masalah kebijakan, Nailul juga turut menyoroti Incremental Capital to Output Ratio (ICOR) Indonesia yang juga sangat tinggi dan tidak baik untuk pelaku bisnis di Indonesia.
Jika kondisi ini terus berlanjut, dirinya mengungkapkan kemungkinan akan tertinggalnya peringkat Indonesia jika dibandingkan dengan Malaysia.
“Investor dan pelaku bisnis tidak akan masuk ke Indonesia apabila masalah kebijakan ini belum terselesaikan. Investor akan memilih Malaysia sebagai tempat investasi yang memberikan kepastian usaha hingga ekonomi yang lebih efisien,” pungkas Nailul.
Dalam hal ini, Nailul menambahkan bahwa memberikan kepastian bisnis dan berusaha dengan memberikan perlindungan terhadap praktik premanisme ataupun perilaku koruptif lembaga negara dapat dengan perlahan mengembalikan kepercayaan investor.
“Tinjau kembali penunjukan aparat (aktif dan purnawirawan) di sektor-sektor ekonomi. Alangkah baiknya, diserahkan kepada orang non aparat yang lebih profesional,” tegas Nailul. (Bianca Chairunisa)