fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo segera mengoperasikan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan di Cilincing, Jakarta Utara. Namun sebelum resmi dioperasikan secara penuh, Pramono ingin memastikan terlebih dahulu jika uji coba atau commissioning RDF Plant Rorotan berjalan maksimal.
Hal ini agar tidak menimbulkan masalah bau tak sedap yang tercium hingga ke permukiman warga di sekitar RDF Rorotan seperti commissioning sebelumnya.
"Intinya saya minta karena commissioning-nya harus dilakukan dengan baik. Nggak boleh kesalahan yang dulu terulang kembali," kata Pramono di Cakung, Jakarta Timur, Senin, 7 Juli 2025.
Pramono mengungkapkan, bau tak sedap di RDF Rorotan itu timbul karena sampah yang digunakan saat uji coba menggunakan sampah lama.
Agar tidak menimbulkan bau, Pramono meminta untuk commissioning RDF Rorotan menggunakan sampah baru yang tersimpan tidak lebih dari 2 hari.
"Makanya sampah yang digunakan harus maksimum 2 hari," kata dia.
Pramono memastikan, jika proses uji coba berjalan lancar, RDF Plant Rorota bakal segera dioperasikan.
Pramono pun mengundang jajaran Dinas Lingkungan Hidup (LH) ke Balai Kota DKI Jakarta hari ini untuk membicarakan terkait hal ini.
"Mengenai waktunya (operasional) segera akan dilakukan," pungkasnya.
Sebelumnya pada Maret 2025 lalu, Dinas LH DKI Jakarta sempat menghentikan sementara uji coba RDF Rorotan imbas adanya protes dari warga sekitar karena menimbulkan bau tak sedap.
Bau tak sedap yang mencemari udara tersebut sampai mengakibatkan belasan anak menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan radang mata.
Dinas LH pun bergerak cepat dengan menguras seluruh sampah di bunker yang hendak diuji coba diolah di RDF Rorotan. Berat sampah yang dikuras mencapai 800 ton.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan, langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan RDF Rorotan agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat sekitar.
Asep menjelaskan, penyebab utama bau yang sebelumnya dikeluhkan warga adalah karena penggunaan sampah lama dalam proses uji coba.
RDF sendiri dirancang untuk mengolah sampah baru (waste fresh) dengan usia maksimal tiga hari.