Trump Ancam Bom Moskow dan Beijing Jika Rusia Serang Ukraina atau China Invasi Taiwan

news.fin.co.id - 09/07/2025, 19:35 WIB

Trump Ancam Bom Moskow dan Beijing Jika Rusia Serang Ukraina atau China Invasi Taiwan

Presiden AS Donald Trump (ANTARA)

fin.co.id – Pernyataan mengejutkan kembali terlontar dari mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dalam sebuah acara penggalangan dana untuk kampanye pemilihan presiden 2024, Trump mengungkap bahwa dirinya pernah mengancam Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping dengan serangan bom ke Moskow dan Beijing jika kedua negara itu nekat mengambil tindakan militer terhadap Ukraina dan Taiwan.

Pernyataan Trump itu terekam dalam sebuah audio yang kini ramai diberitakan media, termasuk CNN, serta dikutip oleh kantor berita Rusia, RIA Novosti, pada Rabu, 9 Juli 2025. Rekaman tersebut menjadi sorotan lantaran menunjukkan gaya komunikasi keras yang sering digunakan Trump, bahkan dalam urusan diplomasi internasional yang sangat sensitif.

Isi Ancaman Trump ke Putin

Dalam rekaman yang beredar, Trump bercerita tentang percakapannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia mengklaim telah memberikan peringatan keras kepada Putin terkait konsekuensi yang akan dihadapi Rusia jika menyerang Ukraina.

Advertisement

“Kepada Putin saya sampaikan: ‘Kalau kamu masuk ke Ukraina, saya akan bom Moskow habis-habisan. Saya beri tahu, saya tidak punya pilihan lain.’ Lalu dia bilang, 'Saya tidak percaya.' Dia bilang: 'Tidak mungkin.' Dan saya bilang, 'Mungkin’,” ujar Trump dalam rekaman itu.

Menurut Trump, meskipun Putin tampak tidak percaya dengan ancamannya, ia meyakini Presiden Rusia itu sedikit banyak terpengaruh oleh ucapannya.

“Lalu dia bilang lagi: 'Saya tidak percaya.' Tapi kenyataannya dia percaya saya 10 persen. Saya sudah bilang, dia percaya saya 10 persen,” tambah Trump.

Ancaman keras tersebut, kata Trump, dimaksudkan sebagai upaya mencegah konflik yang lebih besar. Meski demikian, pernyataannya memicu diskusi luas, mengingat hubungan AS-Rusia selama ini sudah cukup tegang, terutama sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.

Ancaman Serupa untuk China Terkait Taiwan

Tidak hanya Rusia, Trump juga menyasar China dalam pernyataannya. Ia mengaku pernah menyampaikan ancaman serupa kepada Presiden Xi Jinping apabila China berani menginvasi Taiwan.

“Saat saya bersama Presiden Xi dari China, saya mengatakan hal yang sama kepada mereka. Saya sampaikan, 'Kalau kalian masuk ke Taiwan, saya akan bom Beijing habis-habisan.’ Dia pikir saya gila,” tutur Trump, dalam nada santai namun penuh keyakinan.

Hubungan AS-China memang sudah lama memanas, terutama terkait isu Taiwan. Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya, sementara AS berulang kali menunjukkan dukungan terhadap pulau demokratis tersebut.

Pernyataan Trump soal ancaman terhadap Beijing semakin menambah panjang daftar retorika keras yang pernah ia sampaikan terhadap China, baik ketika masih menjabat sebagai presiden maupun selama masa kampanye pemilu.

Advertisement

Ketidakpuasan Trump Terhadap Perkembangan di Ukraina

Selain membongkar ancamannya kepada Putin dan Xi Jinping, Trump juga menyatakan kekecewaannya terhadap situasi di Ukraina. Usai melakukan percakapan telepon dengan Putin pada Kamis, 3 Juli 2025, Trump mengatakan tidak senang dengan perkembangan terbaru konflik di wilayah tersebut.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID