Ia menilai hingga kini belum ada langkah nyata untuk menyelesaikan konflik antara Rusia dan Ukraina, yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun dan menelan ribuan korban jiwa serta memicu krisis energi dan pangan global.
“Saya tidak senang dengan apa yang terjadi di Ukraina. Belum ada kemajuan berarti sampai sekarang,” ujar Trump.
Kremlin Merespons Ancaman Trump
Menanggapi kabar soal ancaman Trump, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa pihaknya memperhatikan pernyataan mantan Presiden AS tersebut dengan seksama. Namun, Peskov tidak memberikan komentar panjang mengenai isi ancaman Trump yang mengancam akan membombardir Moskow.
“Moskow tentu memantau setiap pernyataan, apalagi jika terkait isu keamanan Rusia,” kata Peskov singkat.
Sementara itu, pemerintah China belum memberikan tanggapan resmi atas pengakuan Trump tersebut. Namun, analis politik menilai pernyataan seperti ini bisa memengaruhi ketegangan geopolitik yang tengah tinggi, terutama di kawasan Asia-Pasifik.
Reaksi Beragam di AS
Pernyataan Trump menimbulkan reaksi beragam di Amerika Serikat. Para pendukungnya menganggap gaya keras Trump sebagai bentuk ketegasan dalam menjaga kepentingan nasional. Namun, para pengkritiknya menilai retorika semacam itu justru berbahaya dan bisa memicu eskalasi konflik yang tidak perlu.
Analis hubungan internasional menilai pernyataan Trump seharusnya ditanggapi dengan hati-hati. Pasalnya, meskipun ia belum tentu akan kembali menduduki kursi presiden, retorika seorang tokoh politik sekelas Trump tetap berpotensi memengaruhi persepsi dunia terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Dengan semakin dekatnya Pemilu AS 2024, pernyataan Trump ini diyakini akan terus menjadi sorotan publik, baik di dalam negeri maupun di panggung diplomasi global. (Sputnik-OANA/ANTARA)