fin.co.id - Musim kemarau ternyata tidak menjamin cuaca yang cerah di Kota Tangerang. Hujan dengan intensitas tinggi masih mengguyur beberapa wilayah, menyebabkan genangan dan banjir yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh anomali curah hujan di atas normal yang telah terjadi sejak Mei 2025 dan diperkirakan berlanjut hingga Oktober 2025.
"Faktor-faktor seperti melemahnya Monsun Australia, meningkatnya suhu muka laut di selatan Indonesia, serta fenomena atmosfer seperti gelombang Kelvin dan konvergensi angin mempercepat pembentukan awan hujan," terangnya, Jumat 11 Juli 2025.
Mahdiar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir meskipun berada di musim kemarau.
"Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah membersihkan saluran air dari sampah, memangkas pepohonan yang rawan tumbang, menyimpan barang berharga di tempat aman, dan mengetahui jalur evakuasi terdekat," tuturnya.
Ketika banjir terjadi, masyarakat diimbau untuk mengetahui lokasi shelter atau tempat evakuasi terdekat dan segera menghubungi pihak berwenang jika membutuhkan bantuan.
Setelah banjir surut, masyarakat juga diimbau untuk tidak langsung pulang sebelum ada izin dari petugas dan membersihkan lingkungan dan rumah yang terkena banjir.
"Cuaca ekstrem kini tidak lagi mengenal musim. Masyarakat diharapkan tetap siaga menghadapi potensi bencana," kata Mahdiar sembari menambahkan dengan demikian, masyarakat dapat lebih siap dan waspada dalam menghadapi potensi banjir dan cuaca ekstrem lainnya.