fin.co.id - Diam seribu bahasa, ekspresi tegang, dan hanya satu kalimat penutup, itulah kesan kuat dari pemeriksaan kedua Nadiem Makarim di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Selasa, 15 Juli 2025. Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ini kembali dipanggil untuk dimintai keterangan soal dugaan mega korupsi pengadaan laptop Chromebook senilai Rp9,9 triliun.
Selama sembilan jam penuh, dari pukul 09.00 WIB hingga 18.08 WIB, Nadiem berada dalam ruang pemeriksaan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Ia meninggalkan gedung tanpa banyak bicara, hanya menyampaikan bahwa keluarganya sudah menunggu di rumah.
Kehadiran Nadiem Dianggap Kunci
“Saya baru saja selesai panggilan kedua saya,” ujar Nadiem singkat di depan awak media.
Ia lantas menyampaikan terima kasih kepada Kejaksaan karena telah memberi kesempatan untuk menjelaskan keterangannya dalam kasus ini. Namun saat ditanya soal substansi pemeriksaan, termasuk kaitan investasi Google ke Gojek dengan proyek Chromebook, Nadiem memilih diam.
“Izinkan saya kembali ke keluarga saya,” katanya sambil bergegas masuk ke mobil pribadinya.
Di sisi lain, Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, menyatakan bahwa kehadiran Nadiem sangat krusial bagi penyidik untuk mendalami dan mengonfirmasi sejumlah informasi penting dalam kasus ini.
Proyek Raksasa Chromebook di Bawah Bayang-Bayang Investigasi
Proyek pengadaan laptop Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan ini diduga penuh kejanggalan. Nilainya fantastis: mencapai Rp9,9 triliun. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya penyidik mengungkap siapa aktor utama di balik skema korupsi yang terjadi.
“Penyidik telah membaca, mengkaji, dan menganalisis dokumen serta barang bukti elektronik,” ujar Harli.
Pertanyaan utama dari publik, mengapa sistem operasi Chromebook yang dipilih, padahal kajian awal justru merekomendasikan Windows? Apakah ada tekanan, lobi, atau konflik kepentingan dalam proses pengambilan keputusan tersebut?
Bukan Cuma Nadiem, Banyak yang Sudah Dipanggil
Tak hanya Nadiem, Kejagung juga telah memeriksa sejumlah nama lain yang berkaitan langsung dengan Kemendikbudristek saat proyek ini digulirkan. Termasuk staf khusus, sekretaris pribadi, hingga konsultan individu kementerian.
Yang menarik, bahkan petinggi dari perusahaan teknologi yang pernah didirikan Nadiem pun ikut dipanggil. Hal ini menyusul informasi bahwa Google pernah berinvestasi di Gojek, dan kini Gojek telah merger menjadi GoTo.
Kaitannya? Itu yang sedang didalami penyidik. Apakah investasi tersebut punya relasi dengan proyek pemerintah, atau justru hanya kebetulan belaka?