fin.co.id - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Aria Bima menyampaikan pandangannya terkait pernyataan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang menanggapi isu dugaan pemakzulan terhadap Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dan tuduhan ijazah palsu.
Menurut Aria Bima, sebagai kepala negara, Jokowi sebaiknya lebih mengedepankan pernyataan yang bersifat kenegaraan ketimbang menanggapi isu-isu politik yang bersifat pribadi atau sensasional.
"Sebaiknya Pak Jokowi lebih menarasikan memberikan semangat di dalam kita berbangsa dan bernegara ini. Jangan publik dibawa ke hal yang terlalu kecil," kata Aria Bima di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip, Kamis, 17 Juli 2025.
Aria menilai, dengan pengalamannya sebagai tokoh nasional, Jokowi seharusnya memahami bahwa dunia politik kerap kali dipenuhi dinamika yang tidak selalu tampak secara terbuka.
"Dunia politik penuh dengan dramatologi dengan berbagai hal yang tidak terlihat dengan kasat mata dan kasat pikiran dan saya kira Pak Jokowi paham soal itu," katanya.
Aria juga berharap, Jokowi dapat mengarahkan perhatian masyarakat pada solusi atas persoalan nyata yang dihadapi rakyat, seperti meningkatnya angka pengangguran dan melemahnya daya beli.
"Rakyat perlu ada suatu pencerahan harus apa ke depan dengan semakin banyaknya pengangguran. Rakyat harus tahu daya beli yang makin tidak terjangkau," lanjutnya.
Jokowi Curigai Ada Agenda Politik di Balik Isu Ijazah dan Pemakzulan
Sebelumnya, Presiden Jokowi menanggapi munculnya dua isu yang menyeret namanya dan anaknya—yakni dugaan ijazah palsu serta wacana pemakzulan terhadap Gibran. Ia menilai, ada agenda politik besar di balik kemunculan isu-isu tersebut.
"Saya berperasaan. Memang kelihatannya ada agenda besar politik. Isu-isu ini ijazah palsu, isu pemakzulan. Ini perasaan politik saya, mengatakan ada agenda besar politik untuk menurunkan reputasi politik, untuk men-down grade yang ya buat saya biasa-biasa ajalah," kata Jokowi kepada wartawan, Selasa, 15 Juli 2025.
Tanggapan Soal Ijazah Palsu: Jokowi Siap Buktikan di Pengadilan
Terkait dengan tuduhan ijazah palsu, Jokowi menegaskan bahwa persoalan ini sedang berada dalam jalur hukum dan ia akan menunjukkan bukti otentik dalam sidang pengadilan.
"Ini kan sudah dalam proses hukum. Saya baca kemarin sudah masuk ke tahap penyidikan. Ya sudah, serahkan saja pada proses hukum yang ada. Di sidang pengadilan nanti akan saya tunjukkan ijazah asli yang saya miliki," tegasnya.
Ia pun menyatakan tidak akan mempublikasikan dokumen tersebut di luar forum resmi persidangan.
"Enggak. Harus dalam sidang-sidang pengadilan yang ada nanti," ucap Jokowi.