PT Wijaya Karya (Persero) Tbk: Dengan pengalaman luas dalam konstruksi, WIKA dapat menjadi mitra strategis dalam berbagai proyek.
PT Adhi Karya (Persero) Tbk: Juga merupakan pemain kunci dalam pembangunan infrastruktur.
BUMN Sektor Energi:
PT Pertamina (Persero): Berpotensi berinvestasi dalam proyek-proyek energi. Termasuk energi terbarukan.
PT PLN (Persero): Menjadi mitra utama dalam proyek-proyek ketenagalistrikan dan transisi energi.
Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Domestik:
BPJS Ketenagakerjaan dan PT Taspen (Persero): Potensi dana jumbo dari pensiun yang dapat dialokasikan ke proyek-proyek strategis melalui Danantara, memberikan imbal hasil yang stabil bagi peserta.
Bank BUMN Besar (Mandiri, BRI, BNI): Dapat menjadi mitra pembiayaan dan penyedia layanan perbankan untuk proyek-proyek Danantara.
Investor Global Potensial: Meskipun nilai investasi spesifik dari masing-masing investor global akan bervariasi tergantung kesepakatan, Danantara menargetkan nama-nama besar seperti:
BlackRock, Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), GIC (Singapore's Sovereign Wealth Fund), atau Temasek Holdings. Lembaga-lembaga ini memiliki dana triliunan dolar dan selalu mencari peluang investasi jangka panjang yang stabil dengan tata kelola yang baik.
Nilai investasi awal dari masing-masing BUMN atau lembaga domestik bisa berkisar dari puluhan miliar hingga triliunan rupiah. Tergantung pada mandat dan kapasitas masing-masing. Sementara itu, investasi dari pihak asing bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran dolar AS per proyek.