fin.co.id - Kebijakan mutasi Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), dari RSCM ke RSUP Fatmawati, menuai reaksi keras dari internal Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Dokter spesialis jantung anak RSCM, Prof. Mulyadi, menilai keputusan tersebut diputuskan secara mendadak tanpa ada komunikasi terbuka dengan pihak terkait di departemen ilmu kesehatan anak. “Keputusan mutasi yang terjadi bersifat sangat mendadak dan tanpa adanya diskusi kepada kami yaitu dengan divisi Kaduli Anak FKW RSM,” ujarnya, Selasa, 26 Agustus 2025.
Informasi soal pemindahan Prof. Piprim disebut baru diketahui jajaran internal hanya beberapa saat sebelum surat keputusan resmi dari Kementerian Kesehatan keluar. Kondisi ini mengejutkan banyak pihak, mengingat peran penting Prof. Piprim sebagai salah satu pakar kardiologi anak senior di pusat layanan rujukan nasional.
Di sisi kebijakan, Kementerian Kesehatan menyebut program rotasi dokter spesialis bertujuan untuk pemerataan tenaga medis serta memperkuat kapasitas rumah sakit vertikal selain RSCM. Namun, staf di RSCM merasa pelaksanaan mutasi dilakukan secara sentralistik dan mengabaikan ekosistem pelayanan serta pendidikan yang sudah terbangun lama.
Hingga berita ini diturunkan, Kemenkes belum memberikan penjelasan resmi terkait mekanisme dan alasan detail di balik mutasi tersebut. Polemik ini pun memunculkan diskusi lebih luas mengenai tata kelola sumber daya manusia di sektor kesehatan, khususnya terkait penempatan dokter-dokter spesialis senior di Indonesia.
(Hasyim Ashari)