“Kamilah yang berinisiatif, bahkan sejak beberapa bulan lalu berkumpul di PBNU dan PP Muhammadiyah untuk bertemu Bapak Presiden, tadinya membicarakan tentang genosida di Gaza. Tetapi begitu ada masalah yang terjadi di negeri kita ini, kami lebih kuat lagi bersepakat untuk segera bertemu beliau, menyampaikan juga masalah Palestina, tetapi lebih banyak membicarakan kondisi negeri kita,” kata Zaitun.
Ia juga menyampaikan duka cita atas korban dalam berbagai aksi demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah.
“Kami juga menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh korban dalam aksi demonstrasi di berbagai daerah, termasuk kepada yang luka-luka dan yang mengalami kerugian secara ekonomi,” ujarnya.
Pesan Moral dan Seruan Persatuan
Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia, Wisnu Bawa Tenaya, menekankan nilai-nilai moral melalui ajaran panca satya sebagai pesan bagi bangsa.
“Yang pertama, satya heraya: dengarkan suara hati dan suara rakyat. Yang kedua, satya wacana: jaga mulutmu, mulutmu harimaumu. Yang ketiga, satya semaya: janji harus ditepati. Yang keempat, satya mitra: kita berkawan, bersinergi seluruh ormas-ormas keagamaan. Dan terakhir, satya laksana: lakukan yang terbaik,” ucap Wisnu.
Ia juga menegaskan pentingnya keberanian Presiden dalam menghadapi persoalan, tidak hanya yang berasal dari kalangan bawah.
“Mari kita bersatu, percaya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, selalu berdoa agar Indonesia tetap damai, dan menuju Indonesia yang bahagia. Mari kita berseru ‘Indonesia tetap bersatu’, mari kita berdoa ‘Indonesia bahagia’, dan mari kita berjanji ‘Indonesia tetap abadi’,” katanya.