DPR Terima Audiensi BEM SI, Bahas Isu Kerakyatan hingga Tuntutan 17+8

news.fin.co.id - 03/09/2025, 20:58 WIB

DPR Terima Audiensi BEM SI, Bahas Isu Kerakyatan hingga Tuntutan 17+8

Terima Audiensi BEM SI dan Organisasi Mahasiswa, DPR : Aspirasi Diterima, Evaluasi DPR Dilakukan Besok

fin.co.id - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menerima audiensi dari perwakilan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan bersama sejumlah organisasi mahasiswa lainnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (3/9/2025). Pertemuan ini menjadi ruang penyampaian aspirasi mahasiswa terkait isu kerakyatan, kebebasan akademik, hingga transparansi kinerja DPR.

Apa yang Dibahas dalam Pertemuan?

Dalam audiensi, mahasiswa menekankan tiga poin utama. Pertama, desakan terhadap pembebasan mahasiswa yang ditahan. Kedua, pembentukan tim investigasi terkait dugaan makar dan kerusuhan dalam aksi sebelumnya. Ketiga, evaluasi menyeluruh atas transparansi kinerja DPR RI, termasuk tuntutan 17+8 yang sempat viral di media sosial.

Respons DPR terhadap Aspirasi Mahasiswa

Advertisement

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan pihaknya terbuka terhadap aspirasi yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa beberapa poin langsung ditanggapi dalam forum tersebut.

"Kami pimpinan DPR RI menerima aspirasi dari adik-adik BEM maupun organisasi kemahasiswaan. Beberapa hal sudah kami terima dengan baik dan kami tanggapi," kata Dasco kepada wartawan.

Terkait Pembebasan Mahasiswa yang Ditahan

Mahasiswa meminta DPR memperjuangkan pembebasan rekan mereka yang ditahan aparat. Menanggapi hal ini, Dasco menyebut DPR akan berkoordinasi dengan kepolisian. Namun, ia menekankan ada pengecualian bagi mahasiswa yang terbukti melakukan tindakan anarkis.

"Kita akan lihat kasus per kasus. Apabila dapat dikomunikasikan, kita akan komunikasikan. Namun, untuk yang terbukti melakukan tindakan anarkis tentu berbeda," ujarnya.

Mengapa Audiensi Baru Dilakukan Sekarang?

Menjawab pertanyaan soal waktu pelaksanaan audiensi, Dasco menegaskan bahwa DPR selalu terbuka terhadap aspirasi publik. Ia mencontohkan pembahasan KUHAP yang hingga kini masih berlangsung karena banyak menerima masukan masyarakat, termasuk mahasiswa.

Menurutnya, pada aksi-aksi sebelumnya DPR sebenarnya ingin menemui massa. Namun, situasi di lapangan tidak kondusif karena adanya pihak yang disebut sebagai "penumpang gelap".

"Kalau kemarin dalam aksi, kami juga mau keluar untuk menerima, seperti hari ini. Tetapi ketika kami mau keluar, suasana di lapangan sudah tidak kondusif," jelasnya.

Advertisement

Tanggapan DPR soal Tim Investigasi dan Tuntutan 17+8

Terkait permintaan pembentukan tim investigasi dugaan makar, Dasco menyatakan DPR akan menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pemerintah. Ia menegaskan hal ini penting untuk ditindaklanjuti sesuai arahan Presiden.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID