Komnas HAM Kumpulkan Bukti CCTV Terkait Kematian Pengemudi Ojol Affan Kurniawan

news.fin.co.id - 03/09/2025, 08:30 WIB

Komnas HAM Kumpulkan Bukti CCTV Terkait Kematian Pengemudi Ojol Affan Kurniawan

Kantor Pusat Komnas HAM (Istimewa)

fin.co.id - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tengah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk mengungkap fakta di balik kematian pengemudi ojek, Affan Kurniawan, yang diduga tertabrak serta dilindas kendaraan taktis milik kepolisian saat aksi unjuk rasa di Jakarta pada 28 Agustus 2025.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, dalam konferensi persnya mengatakan, pihaknya menyurati sejumlah pihak yang berada di sepanjang jalan lokasi kejadian untuk memperoleh rekaman CCTV. 

"Kami menyurati secara resmi berbagai instansi yang ada di sepanjang jalan untuk mendapatkan rekaman CCTV dan untuk memastikan keseluruhan fakta-fakta bisa kami kumpulkan sebelum kejadian, saat kejadian, dan setelah kejadian," ujarnya di Jakarta, Selasa 2 September 2025.

Saurlin mengatakan, rekaman CCTV yang diperlukan yakni di sekitar lokasi Pejompongan, Jakarta Pusat. Kata dia, rekaman itu sangat penting untuk memastikan kebenaran peristiwa ketika Affan (21) tertabrak kendaraan taktis Brimob.

Advertisement

"Potongan-potongan fakta yang beredar ini mesti kita verifikasi, termasuk misalnya video-video yang tadi katanya ada yang mendorong, itu perlu kita pastikan secara forensik digital apakah peristiwa itu benar karena kita butuh kepastian, apakah itu genuine (asli) atau sudah merupakan pekerjaan editing," jelasnya.

Komnas HAM juga membuka diri untuk menerima informasi maupun bukti video dari masyarakat terkait kejadian tragis tersebut. "Dengan sangat terbuka kami akan menerimanya," tambah Saurlin.

Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada rekaman CCTV, tetapi juga berupaya menelusuri komunikasi internal aparat yang berada di kendaraan taktis sebelum, saat, dan sesudah insiden.

"Saya kira itu penting buat kita untuk mendapatkan keseluruhan fakta-fakta yang dibutuhkan nanti oleh Komnas HAM dalam menyusun laporan pemantauan, penyelidikan, kami yang secara independen dan kemudian melahirkan rekomendasi," ujarnya.

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menyampaikan bahwa hingga kini tercatat sepuluh orang tewas dalam rangkaian aksi unjuk rasa menolak kenaikan tunjangan anggota DPR di berbagai daerah.

Mereka adalah Affan Kurniawan (Jakarta), Andika Lutfi Falah (Jakarta), Rheza Sendy Pratama (Yogyakarta), Sumari (Solo), Saiful Akbar (Makassar), Muhammad Akbar Basri (Makassar), Sarinawati (Makassar), Rusmadiansyah (Makassar), Iko Juliant Junior (Semarang), dan Septinus Sesa (Manokwari).

Menurut Anis, penyelidikan atas kasus-kasus tersebut tidak dilakukan Komnas HAM sendirian. "Komnas HAM bekerja sama dengan lembaga HAM yang lain dalam menyelidiki penyebab kematian mereka," katanya. 

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca