Gubernur Andra Soni Dorong Percepatan MRT: Buka Akses dan Ekonomi Baru

news.fin.co.id - 09/09/2025, 14:22 WIB

Gubernur Andra Soni Dorong Percepatan MRT: Buka Akses dan Ekonomi Baru

Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan komitmennya dalam mempercepat realisasi proyek Moda Raya Terpadu (MRT) di wilayah Banten.

fin.co.id – Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan komitmennya dalam mempercepat realisasi proyek Moda Raya Terpadu (MRT) di wilayah Banten. Ia menilai, pembangunan MRT tidak hanya sebatas transportasi massal, melainkan juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi, sekaligus membuka kawasan-kawasan baru.

“Pemprov Banten siap mendukung penuh sesuai regulasi. Saya ingin realisasi MRT ini segera diwujudkan karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” ujar Andra saat memimpin Rapat Koordinasi Rencana Pembangunan MRT di Kantor Gubernur Banten, Senin, 8 September 2025.

Rapat tersebut dihadiri berbagai pihak, termasuk jajaran Pemkot Tangerang, Pemkot Tangerang Selatan, Pemkab Tangerang, perwakilan Kementerian Perhubungan, PT MRT Jakarta, dan sejumlah pengembang properti. Seluruh pihak menyatakan keseriusan mereka dalam mendukung proyek ini agar dapat segera terwujud di Banten.

Andra menjelaskan, pembangunan jalur Kembangan–Balaraja akan menjadi bagian dari Fase II East-West Line yang membentang dari Cikarang hingga Balaraja. Sementara itu, rute Lebak Bulus–Serpong merupakan perluasan dari jalur North-South Line yang telah beroperasi dari Bundaran HI hingga Ancol.

Advertisement

Mantan Ketua DPRD Banten periode 2019–2024 itu menegaskan bahwa pembangunan jalur MRT di wilayah Balaraja tidak akan dilakukan secara bertahap, melainkan secara paralel agar hasilnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

“Kami sadar Pemprov Banten memiliki keterbatasan. Karena itu, dukungan DKI Jakarta, PT MRT Jakarta, dan pihak swasta sangat penting,” ucapnya.

Andra juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali berdiskusi dengan Pemprov DKI Jakarta dan PT MRT Jakarta untuk mendorong kolaborasi antardaerah.

“MRT ini kan awalnya proyek Jakarta. Tapi sekarang sudah sampai Lebak Bulus, maka kami ingin mengajak masuk ke Banten. Banten butuh Jakarta, Jakarta juga butuh Banten. Bersama-sama kita bisa wujudkan,” tegas Andra.

Dukungan terhadap proyek ini juga datang dari pemerintah daerah. Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan bahwa kehadiran MRT akan mempercepat mobilitas masyarakat, namun perlu dibarengi dengan penataan wilayah secara menyeluruh.

“Sinkronisasi kebijakan antar daerah sangat diperlukan agar pembangunan berjalan lancar,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyambut positif pengembangan jalur MRT ke Serpong. Menurutnya, sekitar 30 persen dari 1,4 juta penduduk Tangsel bekerja di Jakarta, sehingga moda transportasi ini akan sangat membantu.

“MRT Lebak Bulus – Serpong merupakan kabar gembira bagi warganya,” ucap Pilar.

Dari sisi pelaksana proyek, Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menjelaskan bahwa jalur Kembangan–Balaraja telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Jalur sepanjang 29 kilometer ini akan memiliki 14 stasiun. Sementara itu, kajian mendalam untuk jalur Lebak Bulus–Serpong ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025.

Advertisement

“Dengan keterlibatan swasta, kawasan sekitar stasiun bisa berkembang menjadi pusat bisnis baru,” ujarnya.

Menutup pertemuan tersebut, Wakil Ketua DPRD Banten, Yudi Wibowo, menyampaikan optimisme bahwa kehadiran MRT akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat, sebagaimana telah dirasakan warga Lebak melalui pembangunan jalur ganda (double track) KRL.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID