fin.co.id – Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani pada Rabu 10 September 2025, menegaskan bahwa kawasan Timur Tengah tengah menyiapkan respon bersama untuk menghadapi serangan Israel di Doha.
Menurut Al Thani, komunikasi intensif sedang dijalankan bersama negara-negara Arab dan Islam. "Akan ada respon dari kawasan ini. Respon ini saat ini sedang dikonsultasikan dan didiskusikan dengan mitra lain di kawasan ini," ujarnya dalam wawancara dengan CNN.
Ia juga memastikan bahwa Doha akan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi Arab-Islam dalam beberapa hari mendatang. Forum tersebut akan memutuskan langkah konkret sebagai bentuk reaksi atas agresi Israel.
Al Thani tak bisa menyembunyikan kemarahannya terhadap serangan yang terjadi. "Saya tidak dapat mengungkapkan betapa marahnya kami atas tindakan seperti itu, ini adalah teror negara," katanya. "Kami dikhianati."
Lebih lanjut, ia menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai pihak yang merusak peluang pembebasan sandera Hamas di Jalur Gaza sekaligus menggagalkan peluang tercapainya gencatan senjata.
Netanyahu, kata Al Thani, "telah menghancurkan harapan bagi para sandera itu ... Dia harus diadili ... Dia melanggar setiap hukum - dia melanggar setiap hukum internasional."
Dalam kesempatan yang sama, Al Thani mengungkapkan bahwa Qatar kini tengah “meninjau kembali” perannya dalam proses perundingan gencatan senjata di Gaza, terutama setelah adanya serangan yang langsung menyasar ibu kota negaranya.