fin.co.id - Tingginya kasus obesitas pada anak di Indonesia kini menjadi sorotan utama Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Untuk mengatasi masalah ini, Kemenkes sedang merancang regulasi mengenai pajak gula atau sugar tax yang akan dikenakan pada produk makanan dan minuman berpemanis. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tren mengkhawatirkan yang menunjukkan satu dari sepuluh anak di Indonesia menderita obesitas.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menjelaskan fenomena ini sebagai "beban ganda" bagi Indonesia. Di satu sisi, negara masih menghadapi masalah stunting akibat kekurangan gizi, namun di sisi lain, obesitas pada anak juga meningkat pesat, terutama di kota-kota besar. Obesitas bukan hanya masalah estetika, melainkan ancaman serius yang memicu berbagai penyakit kronis di kemudian hari, seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung.
Dante menekankan pentingnya mengubah pandangan masyarakat. Gemuk bukanlah tanda anak yang sehat. Masyarakat perlu mulai membiasakan diri dengan konsep berat badan ideal dan pola makan sehat, bukan hanya sekadar menghindari tubuh kurus. Mengingat tren ini, Kemenkes kini tengah memproses rancangan regulasi pajak gula. Kebijakan ini akan mengenakan pajak pada kadar gula tertentu dalam produk makanan, dengan harapan dapat menekan jumlah kasus obesitas, khususnya pada anak-anak.
Tantangan Penerapan dan Dampak Positif
Meskipun bertujuan mulia, penerapan sugar tax di Indonesia akan menghadapi sejumlah tantangan. Industri makanan dan minuman berpotensi menolak kebijakan ini karena khawatir akan penurunan penjualan. Oleh karena itu, sosialisasi yang masif menjadi kunci agar masyarakat memahami tujuan kesehatan di balik regulasi ini, bukan sekadar pungutan pajak baru.
Meski demikian, keberhasilan di negara lain memberikan optimisme. Meksiko dan Inggris telah membuktikan bahwa kebijakan serupa efektif menurunkan konsumsi minuman berpemanis. Pemerintah Indonesia berharap sugar tax dapat menjadi instrumen ampuh untuk mengendalikan tingkat obesitas dan membentuk generasi yang lebih sehat dan produktif. (Hasyim Ashari)