fin.co.id - Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Jelupang hadir sebagai angin segar bagi dunia pendidikan di Kota Tangerang Selatan. Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa sekolah ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam menyediakan pendidikan yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu.
Dalam kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI, Benyamin Davnie menyampaikan bahwa sekolah rakyat merupakan solusi strategis untuk memastikan tidak ada anak di Tangerang Selatan yang terpinggirkan dari akses pendidikan.
"Pemerintah Provinsi Banten juga memberikan perhatian penuh pada pembangunan sekolah rakyat, termasuk di Kota Tangerang Selatan. Kami menyambut baik kehadiran sekolah rakyat ini dan telah mengusulkan dua lokasi lagi untuk pembangunan sekolah rakyat lainnya," ujar Benyamin di SRMA 33 Tangsel, Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, dikutip Sabtu (20/9/2025).
Sekolah rakyat ini diharapkan menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang layak bagi semua, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu. Saat ini, SRMA 33 Jelupang menampung 141 siswa, di mana 16 di antaranya berasal dari Tangerang Selatan.
"Mereka adalah bagian dari masyarakat rentan yang membutuhkan dukungan lebih dari pemerintah," tukasnya.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menyatakan bahwa kehadiran sekolah rakyat adalah langkah konkret pemerintah dalam menyediakan pendidikan berkualitas bagi keluarga miskin ekstrem. DPR RI bersama pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp27 triliun untuk pembangunan sekolah rakyat secara nasional.
"Ini adalah salah satu upaya untuk memutus rantai kemiskinan. Pemerintah berupaya mensejahterakan masyarakat yang berada di desil 1 dan 2 dengan memberikan pendidikan yang layak," jelas Singgih.
Sinergi antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan, DPR RI, dan pemerintah pusat diharapkan dapat menjadikan program sekolah rakyat ini sebagai solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, selain memberikan pendidikan berkualitas.
"Harapannya, program ini dapat berjalan dengan baik. Kami menyoroti masalah adaptasi, di mana ada beberapa siswa yang mengundurkan diri. Ini menjadi perhatian kami untuk terus meningkatkan kualitas dan kenyamanan sekolah," tambahnya.