Data Terbaru Korban Ambruk Ponpes Al Khoziny: Total 63 Orang Meninggal

news.fin.co.id - 07/10/2025, 08:00 WIB

Data Terbaru Korban Ambruk Ponpes Al Khoziny: Total 63 Orang Meninggal

Tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue - SAR) gabungan terus melanjutkan upaya pencarian dan evakuasi korban terdampak insiden ambruknya gedung musala Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

fin.co.id -  Korban meninggal dalam tragedi ambruknya musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny terus bertambah. Hingga Senin 6 Oktober 2025, jumlah korban meninggal dunia mencapai 63 orang.

Jumlah ini seiring dengan proses pencarian dan pembersihan puing yang kini telah memasuki delapan hari sejak musibah itu.

Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan, sebanyak 10 korban baru ditemukan pada Senin kemarin.

"Hingga laporan terakhir, total terdapat 10 korban, 1 body part berhasil diekstrikasi (dikeluarkan) dan dilanjutkan evakuasi pada H-8 di sektor A3 dan A2,” ujar Bramantyo, Senin 6 Oktober 2025.

Advertisement

Menurut Bramantyo, sebagian besar jenazah ditemukan di dua titik utama yang menjadi fokus tim penyelamat, yaitu sektor A2 yang merupakan area wudu, dan sektor A3 di bagian belakang bangunan musala.

Tim gabungan bekerja tanpa henti sejak dini hari dengan menggunakan alat berat dan pencarian manual untuk menjangkau area yang sulit.

Ia menjelaskan, satu korban pertama dievakuasi dari sektor A3 pada pukul 03.35 WIB, disusul beberapa korban lain yang ditemukan secara berurutan di sektor A2 pada pukul 13.28 WIB, 13.29 WIB, dan 14.40 WIB.

Upaya serupa terus berlanjut hingga malam hari, dengan penemuan korban berikutnya pada pukul 14.50 WIB, 15.01 WIB, 16.43 WIB, 17.06 WIB, 17.37 WIB, dan 17.39 WIB.

Meski cuaca sempat menghambat jalannya operasi, proses pembersihan puing dan pencarian korban masih dilakukan di sejumlah area yang belum terjangkau alat berat.

“Pembersihan puing saat ini difokuskan di sisi utara bagian yang tidak terintegrasi dengan struktur utama,” tambah Bramantyo.

Dari hasil pendataan sementara, sebanyak 104 orang berhasil diselamatkan, sementara 63 korban meninggal dunia, termasuk enam di antaranya yang hanya ditemukan dalam bentuk bagian tubuh.

Insiden tragis ini bermula pada Senin 29 September 2025, ketika bangunan musala di lingkungan Ponpes Al Khoziny tiba-tiba runtuh saat salat asar sedang berlangsung.

Ratusan santri yang tengah beribadah terjebak di bawah reruntuhan bangunan, memicu operasi pencarian besar-besaran oleh Basarnas dan berbagai unsur relawan. Kini, operasi telah memasuki hari kedelapan dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan. *

Advertisement
Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID