fin.co.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Benjamin Paulus Octavianus sebagai Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) untuk masa jabatan 2024–2029. Upacara pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 8 Oktober 2025, dan menjadi bagian dari penyegaran struktur kabinet pemerintahan Prabowo–Gibran.
Pelantikan Benjamin tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 32 M Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih. Keputusan tersebut menegaskan arah baru kebijakan kesehatan nasional yang berfokus pada penguatan layanan publik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi medis modern.
Prosesi Pengucapan Sumpah Jabatan
Dalam upacara yang khidmat itu, Presiden Prabowo memimpin langsung pengucapan sumpah jabatan. Benjamin mengucapkan janji kesetiaan terhadap konstitusi dan tanggung jawabnya sebagai pejabat negara.
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia dan memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," ujar Benjamin saat mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden.
Setelah pengucapan sumpah, prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan. Presiden Prabowo menyaksikan langsung penandatanganan tersebut sebagai tanda pengesahan resmi jabatan baru Benjamin Paulus Octavianus.
Para Pejabat Negara Hadir Saksikan Pelantikan
Sejumlah pejabat tinggi negara turut menghadiri pelantikan ini. Di antaranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan pentingnya posisi Wakil Menteri Kesehatan dalam menopang arah kebijakan kesehatan nasional. Dengan berbagai tantangan pascapandemi dan kebutuhan peningkatan pelayanan publik, pemerintah menaruh harapan besar pada jajaran Kementerian Kesehatan untuk memperkuat sistem kesehatan nasional.
Tantangan Baru di Bidang Kesehatan
Pelantikan Benjamin menjadi momentum strategis bagi pemerintah untuk memperkuat sektor kesehatan nasional. Dalam masa pemerintahan Prabowo–Gibran, sektor ini diproyeksikan menjadi prioritas utama, terutama dalam upaya memperluas akses layanan kesehatan, meningkatkan kualitas tenaga medis, dan mempercepat digitalisasi layanan kesehatan di seluruh Indonesia.
Benjamin dikenal memiliki rekam jejak profesional di bidang kebijakan publik dan manajemen pemerintahan. Dengan latar belakang tersebut, kehadirannya diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kebijakan pusat dan daerah dalam penyelenggaraan layanan kesehatan yang lebih efisien dan inklusif.
Selain itu, pemerintah juga menaruh fokus pada peningkatan ketahanan sistem kesehatan nasional, termasuk ketersediaan obat, alat kesehatan, serta peningkatan kapasitas rumah sakit di wilayah tertinggal. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat pelayanan publik dan memperluas jangkauan fasilitas kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Dukungan Presiden untuk Transformasi Kesehatan
Presiden Prabowo dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mendorong transformasi sektor kesehatan. Ia berharap Benjamin mampu memperkuat koordinasi dengan Menteri Kesehatan serta memastikan seluruh program pemerintah berjalan efektif dan tepat sasaran.