fin.co.id - Kabupaten Tangerang masuk dalam 10 daerah di Indonesia yang akan menjadi lokasi pembangunan proyek inovatif pengolahan sampah menjadi energi listrik (Waste to Energy/WTE). Program yang digagas oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) ini disebut bisa memberikan solusi berkelanjutan untuk masalah sampah yang mendera.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengatakan bahwa proyek Pusat Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ini dijadwalkan akan dimulai paling cepat pada akhir tahun 2025.
Kabupaten Tangerang dipilih sebagai prioritas utama mengingat volume sampah harian yang mencapai lebih dari 1.000 ton. Lokasi strategis untuk PSEL ini telah ditetapkan di TPA Jatiwaringin.
"Ini adalah bentuk perhatian serius dari pemerintah pusat melalui Danantara, yang akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengubah tantangan sampah menjadi sumber energi listrik yang bermanfaat," ujar Maesyal kepada wartawan, Jumat (10/10/2025).
Maesyal menambahkan, program ini adalah wujud nyata kebijakan positif pemerintah pusat yang sangat dinantikan oleh seluruh daerah di Banten untuk mengatasi permasalahan sampah yang semakin kompleks.
Pemerintah Kabupaten Tangerang akan menyediakan lahan yang dibutuhkan, sementara seluruh proses pembangunan dan pembiayaan akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak Danantara.
"Proyeknya dimulai dalam 2-3 bulan ke depan untuk di Kabupaten Tangerang lokasinya di TPA Jatiwaringin," tukasnya.
Selain Kabupaten Tangerang, sembilan daerah lain yang turut serta dalam program investasi strategis Danantara ini adalah D.I Yogyakarta, Tangerang Selatan, Bekasi, Bogor, Medan, Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kota Semarang, dan DKI Jakarta.