Ekonomi Digital Butuh 'Bahasa yang Sama': Dato Abdul Radzeen Tekankan Pentingnya Komunikasi Lintas Sektor

news.fin.co.id - 13/10/2025, 21:07 WIB

Ekonomi Digital Butuh 'Bahasa yang Sama': Dato Abdul Radzeen Tekankan Pentingnya Komunikasi Lintas Sektor

Dato Abdul Radzeen menegaskan pentingnya komunikasi lintas sektor dan transparansi untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia

fin.co.id - Dalam ekosistem ekonomi digital yang berkembang pesat, komunikasi lintas sektor menjadi kunci agar inovasi tidak kehilangan arah. Hal itu disampaikan oleh Dato’ Abdul Radzeen, pendiri ThinkQuran dan co-founder Neokhat, dalam wawancara daring di sela acara Expand North Star 2025, Dubai, Senin, 13 Oktober 2025.

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin di kawasan Asia Tenggara, asalkan mampu menyeimbangkan kecepatan inovasi dengan nilai ekonomi dan budaya. “Kunci utamanya adalah komunikasi. Pasar, sektor publik, sektor swasta, dan pemerintah harus saling berbicara,” ujar Dato’ Radzeen.

Ia menilai banyak negara, termasuk Indonesia, sering kali terlalu fokus pada regulasi tanpa memastikan komunikasi efektif di antara para pelaku. “Sebagai pemerintah, Anda beroperasi di ranah regulasi. Tapi pastikan produk yang keluar ke pasar punya kualitas dan bisa dipercaya,” tambahnya.

Kepercayaan dan Transparansi

Advertisement

Bagi Radzeen, dua nilai fundamental yang menopang dunia digital adalah trust dan transparency. Melalui proyek blockchain Neokhat, ia menekankan bagaimana keterbukaan data dapat menciptakan kepercayaan publik.

“Sejak awal, kami menerapkan transparansi melalui blockchain. Semua proses — dari minting hingga transaksi — bisa dilihat publik,” jelasnya. “Siapa pun bisa tahu siapa yang memegang Neokhat. Itu menciptakan rasa aman dan legitimasi.”

Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang jujur terhadap pengguna dan investor. “Kita harus terbuka tentang apa yang kita lakukan, apa rencana ke depan, dan bagaimana pelanggan bisa mendapatkan nilai dari produk tersebut,” katanya.

Regulasi dan Kolaborasi

Radzeen mengapresiasi langkah Indonesia yang mulai membuka ruang dialog antara regulator, industri, dan masyarakat sipil. Namun, ia menilai perlu ada peningkatan kapasitas di tingkat kebijakan.

“Regulasi penting, tapi terlalu banyak kontrol bisa membunuh inovasi,” ujarnya. “Sebaliknya, tanpa kontrol, pasar bisa hancur. Jadi, kuncinya ada pada keseimbangan, dan itu hanya bisa dicapai lewat komunikasi.”

Dalam pandangannya, pemerintah sebaiknya membentuk tim lintas disiplin yang mampu memahami perkembangan teknologi dengan cepat, agar regulasi selalu relevan dan adaptif. (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID