Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia 14 Oktober 2025

news.fin.co.id - 14/10/2025, 13:09 WIB

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia 14 Oktober 2025

Tim BPBD Kabupaten Cilacap berupaya mengevakuasi warga terdampak banjir di wilayah Kota Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Minggu (12/10) malam hingga Senin (13/10) dini hari. FOTO: TRC BPBD Kabupaten Cilacap

Sementara itu, dari kategori perkembangan penanganan kejadian, lima peristiwa bencana terdahulu mengalami pembaruan data berdasarkan laporan terbaru dari daerah.

Insiden bangunan musala Pondok Pesantre Al Khoziny yang roboh di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, pada Senin (29/9), telah tercatat menelan korban sebanyak 61 jiwa meninggal dunia. Sebanyak 165 jiwa berhasil dievakuasi, dan tim DVI Polda Jawa Timur hingga hari ini, Selasa (14/10), telah mengidentifikasi 55 jenazah serta empat bagian tubuh (body part).

Sementara enam jenazah dan tiga body part masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Pemerintah daerah memperpanjang status Tanggap Darurat hingga 19 Oktober 2025 dengan pendampingan langsung dari BNPB.

Di Provinsi Sumatera Utara, banjir di Kota Medan yang terjadi pada Sabtu (11/10), berdampak pada 3.799 kepala keluarga atau 10.841 jiwa, dengan 3.361 unit rumah tergenang. BNPB melalui Kedeputian Bidang Penanganan Darurat telah melakukan koordinasi dan pendampingan kepada BPBD Kota Medan. Berdasarkan laporan terakhir, banjir telah surut dan warga pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Advertisement

Banjir yang terjadi di Kabupaten Deli Serdang pada Minggu (12/10), telah membuat 355 kepala keluarga dan 355 unit rumah terdampak. Kondisi saat ini dilaporkan sudah surut, dan aktivitas masyarakat berangsur normal.

Berlanjut di Kabupaten Batu Bara, sekitar 70 kepala keluarga terdampak dengan 65 rumah mengalami genangan air. Banjir di Desa Sei Buah Keras kini dilaporkan telah surut, dan BPBD masih melaksanakan pendataan lanjutan terhadap dampak sosial ekonomi pascakejadian.

Dari wilayah Jawa Tengah, kekeringan di Kabupaten Klaten masih berlangsung dan berdampak pada 2.527 kepala keluarga atau 8.851 jiwa. Pemerintah daerah telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan sejak 1 Agustus hingga 31 Oktober 2025.

BPBD bersama perangkat daerah terus melakukan distribusi air bersih sebanyak sembilan tangki atau 45.000 liter untuk 153 kepala keluarga atau 534 jiwa penerima manfaat per 13 Oktober 2025. Kegiatan droping air bersih dilakukan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah dengan ketersediaan air terbatas.

BNPB terus melakukan pemantauan terhadap seluruh kejadian bencana di Indonesia melalui sistem pelaporan cepat Pusdalops BNPB yang terintegrasi dengan jaringan BPBD di daerah. Koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi teknis terkait terus diperkuat untuk memastikan penanganan darurat, evakuasi, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berjalan optimal.

BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, banjir, dan kekeringan yang masih berpotensi terjadi akibat dinamika iklim pada bulan Oktober ini. Informasi peringatan dini dapat diakses melalui kanal resmi BMKG, BPBD, serta laman resmi BNPB melalui www.bnpb.go.id.

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID