DPR RI akan Panggil Komdigi, KPI dan Trans7 Bahas Polemik Tayangan yang Singgung Kiyai dan Pesantren

news.fin.co.id - 16/10/2025, 09:00 WIB

DPR RI akan Panggil Komdigi, KPI dan Trans7 Bahas Polemik Tayangan yang Singgung Kiyai dan Pesantren

Logo Trans 7

fin.co.id - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal menegaskan bahwa DPR akan memanggil Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), serta pihak Trans7 untuk membahas polemik tayangan bertema pesantren yang tengah ramai diperbincangkan publik.

Cucun menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap lembaga dan pihak terkait. Ia menilai penting bagi semua pihak untuk menjaga ruang publik dari narasi yang berpotensi menyinggung perasaan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan simbol-simbol keagamaan.

"Kita akan beraudiensi terkait persoalan ini, karena isunya menjadi cukup besar dan berpengaruh terhadap hajat hidup orang banyak,” kata Cucun dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Rabu 15 Oktober 2025.

Ia menambahkan, DPR RI memiliki tanggung jawab untuk menindaklanjuti isu yang telah menimbulkan polemik di masyarakat. Selain itu, langkah pemanggilan tersebut juga dilakukan sebagai bentuk respons terhadap aspirasi publik yang menyampaikan protes atas tayangan tersebut.

Dia berharap semua pihak mengambil pelajaran dari kejadian tersebut. Menurut dia, harus ada tindak lanjut yang konstruktif agar peristiwa itu tidak menjadi preseden buruk bagi ekosistem penyiaran di Indonesia.

Dia juga ingin agar media massa terus mengedepankan fungsi edukasi bagi masyarakat, di tengah dinamika informasi yang terjadi saat ini. Media, kata dia, harus bisa menjadi penjaga perdamaian.

“Jangan karena mau mengejar rating, lalu dibuat konten yang memecah belah. Ini yang tidak boleh. Kita akan bicarakan nanti dalam pertemuan,” katanya.

Sebelumnya, Perwakilan dari manajemen Trans7 pun sudah datang langsung ke Pondok Pesantren Lirboyo di Kota Kediri, Jawa Timur setelah video viral yang dinilai membuat sakit hati para santri dan ulama.

Pengasuh Pesantren Lirboyo Kota Kediri KH Oing Abdul Muid mengatakan perwakilan dari manajemen Trans7 yang hadir ke Pesantren Lirboyo Kediri ingin meminta maaf terkait dengan video viral yang juga di dalamnya ada masyayikh Lirboyo.

"Kami kedatangan tamu Bapak Andi Chairil (Direktur Program Trans7) ditemani oleh Prof Muh Nuh. Pertemuan ini adalah silaturahim. Dalam acara tadi dari Trans Corp dan Trans7 menyampaikan klarifikasi," katanya di Kediri, Rabu.

Pihak Trans7 pun sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf atas tayangan itu, dan berkomitmen untuk menjadikan hal tersebut sebagai pelajaran berharga untuk lebih teliti dan bisa memahami rasa hubungan antara santri dengan para kiainya, dengan pengasuh, dan dengan alumni.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca