PT BOSS Kembali Beroperasi, Warga Cangkudu Tangerang Dihantui Bau Menyengat

news.fin.co.id - 22/10/2025, 19:51 WIB

PT BOSS Kembali Beroperasi, Warga Cangkudu Tangerang Dihantui Bau Menyengat

Aksi unjuk rasa warga Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, yang resah dengan bau menyengat dari PT. Bintang Orbit Surya Sejahtera (BOSS). (rfh)

fin.co.id -  Warga Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, kembali resah dengan beroperasinya PT. Bintang Orbit Surya Sejahtera (BOSS). Pabrik yang sempat ditutup oleh Bupati Tangerang pada April 2025 lalu karena dugaan pencemaran lingkungan, kini kembali beraktivitas dan menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kualitas hidup warga.

"Baunya sangat menyengat, bahkan saya yang rumahnya agak jauh pun masih bisa menciumnya," ujar Fahrurozi, warga RT 09/03, pada Rabu (22/10/2025).

Fahrurozi menambahkan, warga merasa tidak berdaya karena perusahaan diduga pernah melakukan intimidasi terhadap warga yang protes. Bahkan, ada warga yang pernah disomasi dan diancam dilaporkan ke polisi karena memberikan wawancara kepada media terkait bau yang diduga berasal dari PT. BOSS.

Tidak hanya itu, warga juga menyayangkan sikap Kepala Desa Cangkudu yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat. Alih-alih membantu menyelesaikan masalah, Kepala Desa justru terkesan mengabaikan keluhan warga.

Advertisement

"Kami menduga Kepala Desa lebih mementingkan urusan pribadi karena perusahaan alih daya (outsourcing) di PT. BOSS diduga milik Kepala Desa," ungkap Fahrurozi.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk segera turun tangan menindaklanjuti PT. BOSS karena dampak bau yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Beberapa ibu mengeluhkan anak balitanya mengalami sesak nafas dan batuk-batuk akibat bau tersebut.

"Bupati Tangerang harus turun tangan lagi. Pejabat di level desa dan kecamatan tidak berfungsi. Selamatkan warga, tutup PT. BOSS!" tegas Fahrurozi.

Mevi, seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan PT. BOSS, menambahkan bahwa dampak pencemaran yang diduga berasal dari PT. BOSS tidak hanya berupa bau, tetapi juga kebisingan dan banjir.

"Di PT BOSS, kita pakai masker pun masih bau, bahkan langsung ke dada. Terus sudah ke dada itu baunya mual, puyeng gitu," kata Mevi.

Mevi juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemerintah Desa Cangkudu yang dinilai tidak berpihak kepada warga. Setiap kali ada bau menyengat, ia menghubungi pihak desa, namun tidak ada tindakan peninjauan yang dilakukan.

Ironisnya, Pemerintah Desa Cangkudu justru pernah meminta warga yang ikut aksi demonstrasi untuk meminta maaf kepada perusahaan. Warga yang ikut demonstrasi disebut sebagai provokator, dan foto Mevi bahkan terpampang di desa.

Camat Balaraja, Willy Patria, mengaku akan melakukan kroscek ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang. Ia tidak membantah bahwa dirinya ikut mendampingi Bupati Tangerang saat melakukan penutupan PT. BOSS sebelumnya.

"Ada izin-izin yang harus diselesaikan, makanya ditutup sementara (waktu itu)," kata Willy.

Advertisement

Sementara itu, Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, mengatakan akan mengecek PT. BOSS dan berkoordinasi dengan Pengawas Lingkungan untuk menindaklanjuti aduan warga.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Desa Cangkudu, Abdullah, dan perwakilan perusahaan PT. BOSS, Deaby Anugrah Utama, belum memberikan respons saat dihubungi oleh tim media.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID