fin.co.id - Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang terletak di depan SMPN 5 Kota Tangerang, Jalan Daan Mogot, ditutup sementara oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Penutupan ini dilakukan karena kondisi prasarana JPO yang dinilai tidak memadai dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menjelaskan bahwa JPO tersebut sebenarnya sudah lama tidak digunakan karena kondisi struktur yang tidak layak. Sebagai langkah antisipasi, JPO telah ditutup dengan garis kuning dan rambu larangan penggunaan.
“Kami memahami adanya keluhan masyarakat terkait kondisi JPO yang kurang maksimal. Karena itu, kami langsung mengonsolidasikan tim dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan pengecekan di lapangan,” ujar Ruta.
Meskipun JPO berada di jalur nasional, Ruta menegaskan bahwa Pemkot Tangerang tetap mengambil langkah cepat. Dinas Perhubungan (Dishub) telah ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh sambil berkoordinasi dengan Kementerian PUPR. "Terlepas dari status jalan, yang paling penting bagi kami adalah memastikan keselamatan dan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kota Tangerang," tegasnya.
Saat ini, Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan tengah melakukan kajian teknis untuk memastikan kondisi fisik dan konstruksi seluruh JPO yang tersebar di wilayah kota. Hasil kajian ini akan menjadi dasar penentuan langkah perbaikan, mulai dari perawatan minor, perbaikan sedang, hingga revitalisasi penuh.
“Dari total 18 JPO yang ada di Kota Tangerang, semuanya sedang kami identifikasi. Fokusnya bukan hanya pada keamanan struktur, tetapi juga kenyamanan pengguna, seperti kondisi railing, pencahayaan, hingga aksesibilitas,” ungkap Ruta.
Pemkot Tangerang juga mengajak masyarakat untuk turut memantau dan melaporkan kondisi fasilitas umum di lingkungan sekitar. Laporan dapat disampaikan melalui aplikasi LAKSA atau call center 112 agar segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait.
“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan. Sebagaimana tagline Pak Wali Kota, ‘Bersama Membangun Kota’. Kritik dan masukan akan kami terima dengan tangan terbuka, karena semua itu untuk kebaikan dan keselamatan kita bersama,” tutup Ruta.