Atap Lapangan Padel Anwa Racquet Club Ambruk, Pemilik Tegaskan Ini Musibah Bukan Kelalaian

news.fin.co.id - 27/10/2025, 13:54 WIB

Atap Lapangan Padel Anwa Racquet Club Ambruk, Pemilik Tegaskan Ini Musibah Bukan Kelalaian

Lapangan padel di Taman Villa Meruya. Foto: ANTARA

fin.co.id - Pemilik Anwa Racquet Club di Taman Villa Meruya, Kembangan, Jakarta Barat, Wawa Lukman, membantah keras dugaan bahwa ambruknya atap lapangan padel disebabkan kelalaian teknis pihak pengelola. Menurutnya, insiden ini murni akibat kondisi cuaca ekstrem.

"Ini murni musibah, bukan maunya kami. Hujan terlalu besar, sehingga terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," ungkap Wawa di lokasi, Minggu (27/10).

Wawa memastikan seluruh peserta pertandingan, panitia, serta penonton berhasil dievakuasi dengan aman. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat kejadian tersebut.

Begitu atap mulai runtuh, pihak pengelola langsung menutup akses ke lapangan. "Begitu kejadian, langsung kami tutup. Tidak boleh ada yang masuk. Setelah kondisi agak tenang, baru barang-barang di dalam kami suruh cepat keluar, takut terjadi sesuatu," jelas Wawa. Ia menambahkan bahwa keselamatan para pengunjung menjadi prioritas utama.

Advertisement

Menurut Wawa, lapangan padel miliknya telah beroperasi resmi dan memiliki izin sejak dibuka empat bulan lalu. Fasilitas ini bahkan sudah digunakan untuk turnamen nasional.

"Tempat ini berizin. Kalau tidak, tidak mungkin bisa berdiri sebesar ini dan digunakan untuk turnamen nasional," katanya.

Meski insiden ini mengejutkan, Wawa memastikan pihaknya akan segera melakukan evaluasi untuk memperbaiki struktur lapangan. Ia menekankan pentingnya mencegah kejadian serupa di masa depan. Saat ini, lapangan akan ditutup hingga proses investigasi selesai.

"Kami akan memperbaiki lebih kuat lagi. Sekarang masih proses investigasi polisi, jadi belum bisa kami sentuh dulu. Tapi yang pasti, kami bertanggung jawab dan akan bangun lagi," ujar Wawa.

Mengenai kerugian materi, Wawa enggan merinci secara spesifik. Ia hanya menegaskan bahwa biaya pembangunan fasilitas tersebut cukup tinggi.

"Nilainya besar, karena membangunnya juga mahal sekali. Tapi kami bersyukur tidak ada korban. Kalau uang bisa dicari, tapi nyawa susah," tuturnya.

Wawa juga menyampaikan apresiasi kepada panitia The Prime Open Tournament yang tetap bersikap tenang dan profesional meski insiden terjadi.

"Kami apresiasi panitia Prime, mereka luar biasa. Walaupun sedih, mereka tetap berbesar hati dan tidak memperkeruh suasana. Itu sangat kami hargai," imbuhnya.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam penyelenggaraan olahraga indoor maupun outdoor. Hujan deras dan angin kencang bisa menimbulkan risiko serius, bahkan bagi fasilitas yang sudah berizin resmi dan dibangun dengan standar tinggi.

Advertisement

Pihak pengelola Anwa Racquet Club berkomitmen memperkuat struktur lapangan, memperhatikan faktor cuaca ekstrem, dan memastikan keselamatan peserta serta pengunjung tetap menjadi prioritas utama saat fasilitas kembali dibuka.

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID