Mengenal DME, Energi Gas Buatan Indonesia Siap Gantikan LPG dan Kurangi Emisi Hingga 20%!

news.fin.co.id - 27/10/2025, 18:10 WIB

Mengenal DME, Energi Gas Buatan Indonesia Siap Gantikan LPG dan Kurangi Emisi Hingga 20%!

fin.co.id - Pemerintah Indonesia memastikan proyek Dimethyl Ether (DME) bahan bakar alternatif pengganti LPG akan tetap berjalan meski tanpa dukungan investor asing.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Minggu (26/10/2025).

“Proyek DME akan tetap jalan, meskipun tanpa investor asing. Kita bisa kerjakan dengan kemampuan bangsa sendiri, baik dari dana negara maupun swasta nasional,” tegas Bahlil dalam pernyataannya di Jakarta.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap berdiri di atas kaki sendiri dalam pengembangan energi bersih dan berkelanjutan, setelah proyek sempat tertunda akibat mundurnya Air Products & Chemical Inc. — investor asal Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya menjadi mitra utama proyek.

Advertisement

Pemerintah kini menargetkan proyek gas DME dapat selesai dan siap beroperasi penuh pada tahun 2026.

Apa Itu Gas DME yang Bakal Gantikan LPG?

Dilansir dari situs resmi Kementerian ESDM, Dimethyl Ether (DME) adalah senyawa organik dengan rumus kimia CH₃OCH₃, yang dihasilkan dari pengolahan gas bumi, batubara, biomassa, maupun gas metana.

DME bisa digunakan langsung sebagai bahan bakar atau dicampur dengan Liquified Petroleum Gas (LPG) untuk berbagai kebutuhan energi, mulai dari rumah tangga hingga industri.

Karakteristik DME disebut sangat mirip dengan LPG, baik dari sisi kimia maupun fisika. Karena itu, DME bisa langsung memanfaatkan infrastruktur LPG yang sudah ada, seperti tabung gas, jaringan distribusi, hingga peralatan rumah tangga seperti kompor.

Keunggulan DME

Salah satu alasan utama pemerintah serius menggarap DME adalah karena bahan ini lebih ramah lingkungan dibanding LPG.

Berbeda dengan LPG yang berasal dari minyak bumi, DME bisa diproduksi dari sumber energi terbarukan seperti biomassa, limbah organik, dan gas metana batubara (CBM).

Advertisement

Selain itu, proses pembakarannya menghasilkan emisi gas rumah kaca hingga 20% lebih rendah, tidak menghasilkan sulfur, nitrogen oksida (NOx), maupun partikulat. Api yang dihasilkan juga lebih biru dan stabil, menjadikan DME salah satu kandidat utama bahan bakar bersih masa depan.

Meski nilai kalor DME (7.749 Kcal/kg) lebih rendah dibanding LPG (12.076 Kcal/kg), massa jenis DME lebih tinggi, dengan rasio efisiensi panas sekitar 1 banding 1,6. Artinya, konsumsi bahan bakar mungkin sedikit lebih besar, tapi lebih stabil dan aman digunakan.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID